Tingkatkan Desa Wisata. Bagini Kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat dari dapil Jabar XII, dr Hj Ratnawati melakukan sosialisasi menggelar penyebaran Perda Tahun Anggaran 2024-2025, di Desa Cipeujeh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/2/2025).-Dedi Haryadi-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM -Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata di desa-desa, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (dapil) Jabar XII, dr Hj Ratnawati melakukan sosialisasi menggelar penyebaran Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2024-2025, di Desa Cipeujeh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/2/2025).
Ditemui RadarCirebon.Com usai kegiatan, dr Hj Ratnawati mengatakan, dirinya masih fokus mengembangkan desa wisata yang ada di desa-desa wilayah Kabupaten Cirebon.
"Jika pariwisata bangkit di satu desa, maka dampaknya akan luas, termasuk peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi, sudah ada Perdanya yang bisa menjadi dasar hukum pengembangannya,"katanya.
Menurutnya, salah satu desa yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Desa Cipeujeh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Emak-emak Jadi Korban Begal di Jalan Sepi, Sempat Teriak Minta Tolong Tapi Diancam Pake Sajam
"Desa ini telah ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan Perda,"ucapnya
Dijelaskan Ratnawati, salah satu prioritas yang akan diperjuangkan adalah pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata.
"Jika desa wisata mendapat perhatian khusus dalam penganggaran, maka potensi yang selama ini belum tergali dapat berkembang secara maksimal. Misalnya, anggaran desa yang awalnya hanya Rp80 juta, dengan adanya program desa wisata, bisa meningkat hingga Rp3,8 miliar per tahun. Ini tentu bisa membawa perubahan besar bagi kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Selain wisata alam, dr. Ratnawati juga menyoroti potensi wisata budaya dan kuliner di wilayah Cirebon dan Indramayu.
BACA JUGA:Lemkra Training Center Didik Tukang Bangunan Menjadi Tenaga Profesional Bergaransi
"Saya mencontohkan wisata religi Gunung Jati, yang jika dikelola dengan baik, dapat menjadi daya tarik wisata unggulan. Sementara itu, sektor kuliner juga dinilai memiliki potensi besar, mengingat setiap desa memiliki keunikan dan kekhasan kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata,"ucapnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Cipeujeh Kulon, H Lili, mengungkapkan bahwa di kecamatan Lemahabang terdapat satu desa yang sudah memiliki payung hukum sebagai desa wisata.
"Di Kabupaten Cirebon sendiri, saat ini tercatat lebih dari 50 desa wisata yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut,"ungkapnya. (rdh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


