Ok
Daya Motor

14 Remaja Terlibat Tawuran Menangis di Pelukan Orang Tua, KPAID Bilang Begini

14 Remaja Terlibat Tawuran Menangis di Pelukan Orang Tua, KPAID Bilang Begini

Orang tua salah satu remaja yang diamankan Polres Kuningan akibat terlibat perang sarung memeluk anaknya dan menangis bersama, Senin 10 Maret 2025.-Andre Mahardika-Radarcirebon.com

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Tangisan haru tak terbendung ketika Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Hj Fifi Sofiah melakukan pembinaan dan pemberian wawasan terhadap anak dan orang tua tentang "Stop Perang Sarung" Perang sarung, Tawuran, Perkelahian dan Dapat di Pidana Bersama Kapolres Kuningan dan Ketua KPAID.

Momentum tersebut berlangsung ketika 14 remaja terlibat perang sarung yang diamankan ke Mapolres Kuningan, datang dan memeluk orang tuanya masing-masing.

Tangisan haru keduanya semakin tak terbendung ketika wanita yang akrab dipanggil Bunda Fifi memberikan arahan agar para orang tua memaafkan dan mendoakan sang buah hati untuk menjadi anak yang soleh dan sukses di kemudian hari.

Kepada wartawan, Bunda Fifi menuturkan, momentum pelukan kasih antara orang tua dan anak dimaksudkan sebagai ajang penguatan ikatan batin.

BACA JUGA:Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James Resmi Jadi WNI, Akankan Dipanggil Patrick Kluivert?

BACA JUGA:Alhamdulillah, Presiden Prabowo Subianto Umumkan Kebijakan BHR Untuk Ojol

Lebih lanjut, dirinya juga menyinggung bahwa ketika anak sudah besar masih memerlukan pelukan hangat dari orang tua 

"Contoh seperti itu supaya ada ikatan batin lebih kuat lagi karena banyak juga orang tua yang merasa anaknya sudah besar males untuk meluk, padahal anak juga masih butuh pelukan," ungkapnya saat ditemui usai acara, Senin 10 Maret 2025.

"Anak juga untuk mengungkapkan maaf itu biasanya malu makanya tadi saya eratkan lagi bapak suruh meluk anaknya," imbuhnya.

Tak berhenti disana, terdapat satu momen yang mencuri perhatian ketika para remaja tersebut dibimbing untuk mencuci kaki orang tua masing masing dengan air yang disiapkan dalam wadah.

"Mencuci kakinya, mungkin selama ini belum pernah tahu anak-anak sekarang bahwa mencuci kaki ibunya atau mencuci kaki bapaknya dan hari ini kita wujudkan," tambah Fifi.

BACA JUGA:Geram Terhadap Pemdes! Warga Hulubanteng Pabuaran Cirebon Sampaikan Surat Terbuka, KDM dan Imron Diminta Turun

BACA JUGA:Mau Perjalanan Mudik Hemat? PT KAI Tawarkan Tiket Murah KA Jarak Jauh, Cek Harganya Disini!

BACA JUGA:Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalan Patura Indramayu-Cirebon, Sopir Angkot Terjepit

Dengan adanya acara tersebut, dirinya berharap agar tidak ada lagi kejadian kejadian yang melibatkan anak anak sebagai pelaku tawuran dan sejenisnya.

Fifi juga menekankan agar para orang tua lebih waspada terhadap pergaulan dan keseharian anak anaknya.

"Harapannya tidak terjadi lagi anak-anak ini menjadi pelaku tawuran lagi dengan anak-anak yang lain dan orang tua lebih aware lagi, lebih waspada lagi itu harapannya. Kuningan aman dari tawuran," pungkasnya.

Sebelumnya, para orang tua remaja yang terlibat perang sarung terlebih dulu mengikuti acara sekaligus mendengarkan sambutan dari para pengisi acara di Aula Graha Wira Satya Pradhana, Polres Kuningan, pada hari Senin 10 Maret 2025 sore. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait