Wamen ESDM Berkunjung ke Cirebon, Cek Stok BBM dan Gas LPG

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meninjauan SPBU KM 207 A Tol Palikanci, Jumat (28/3/2025).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com
Di kantor PLN UP3 Cirebon, Wamen ESDM mendengarkan penjelasan dari pihak PLN terkait kesiapan kelistrikan di Provin Jawa Barat. Selanjutnya meninjau SPKLU yang ada di PT PLN UP3 Cirebon.
"Kunjungan saya ke wilayah Cirebon ini dalam rangka melihat kesiapan menghadapi hari raya Idul Fitri. Yang kita lihat tadi adalah kesiapan ketersediaan dan juga suplai BBM, kemudian elpiji, juga kelistrikan dan termasuk layanan SPKLU yang ada di PT PLN UP3 Cirebon," ujar Wamen ESDM Yuliot Tanjung kepada wartawan saat menggelar Prescon di kantor PLN UP3 CIREBON, Jumat (28/3/2025).
BACA JUGA:5 Makanan yang Perlu Dihindari Saat Mudik Lebaran Karena Bisa Bikin Ngantuk
BACA JUGA:7 Makanan dan Minuman yang Dibutuhkan Saat Mudik Lebaran Karena Bisa Cegah Sakit Perut
Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur Idul Fitri 2025.
"Pada hari ini, dari Posko Nasional Sektor ESDM untuk Ramadan dan Idul Fitri 2025, kami melakukan pengecekan terhadap ketersediaan BBM, elpiji, serta keandalan kelistrikan. Secara keseluruhan se-Indonesia, stok BBM lebih dari cukup, dan sebagai langkah antisipasi, kami telah menambah stok sebesar 10–20 persen agar kebutuhan masyarakat selama Idul Fitri tetap tercukupi," tegasnya.
Selain memastikan kecukupan stok, Wamen ESDM Yuliot Tanjung juga melakukan pengecekan terhadap kualitas BBM saat peninjauan ke SPBU KM 207 A Tol Palikanci termasuk Pertalite, Pertamax, serta jenis BBM lainnya yang dijual di SPBU KM 207 A Tol Palikanci.
"Kami memastikan bahwa kualitas BBM sudah sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, kami juga mengecek kesesuaian takaran dari nozzle SPBU untuk memastikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Setiap pagi dilakukan pengecekan, baik warna, berat jenis, maupun dispenser. Untuk volume, ada dua pengecekan, yakni kapasitas 20 liter dan 1 liter. Toleransi dari Kementerian ESDM adalah 100, tetapi standar Pertamina 60. Dari hasil pengecekan tadi, hanya 30, jauh lebih baik dari standar yang ada," ucapnya.
Yuliot menyebutkan bahwa pemerintah telah meningkatkan ketahanan stok BBM dan LPG menjadi 22 hingga 40 hari, tergantung jenisnya.
"Selain itu, stok di setiap terminal bahan bakar telah ditambah, dan suplai mobile disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur distribusi. Biasanya ketahanan stok sekitar 20 hari, sekarang sudah kami tingkatkan menjadi 22 hingga 40 hari," sebutnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Wamen ESDM Yuliot Tanjung berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lancar dan merayakan Idul Fitri tanpa kendala energi.
Menanggapi ketidakpercayaan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) Pertamina terutama jenis Pertamax, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan bahwa pengujian terhadap produk-produk Pertamina dilakukan secara berkala (rutin) dan diawasi ketat oleh Kementerian ESDM melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS).
"Dengan adanya pengecekan rutin, masyarakat tidak perlu ragu lagi terhadap kualitas BBM yang ada di SPBU Pertamina. Kami di Kemen ESDM rutin terus meminta laporan dari Pertamina hasil pengecekan oleh BPH Migas dan Lemigas. Pengecekan terhadap BBM ini bukan hanya dilakukan BPH Migas dan Lemigas, tetapi juga dari kementerian dan lembaga lain salah satunya adalah kementerian perdagangan yang melakukan uji Tera," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: