Dugaan Penipuan Berkedok Arisan di Cirebon, Korban Menuntut Kejelasan Proses Hukum ke Polisi
Para korban kasus dugaan penipuan berkedok lelang arisan saat memberikan keterangan pers, Kamis malam (24/10/2025).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Kasus dugaan penipuan berkedok lelang arisan yang terjadi di Cirebon setahun lalu belum ditangani kepolisian.
Ratusan warga yang menjadi korban mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar setelah mengikuti program investasi yang menjanjikan keuntungan cepat.
Meski laporan sudah dibuat sejak Agustus 2024, hingga kini para korban belum mendapat kejelasan dari pihak kepolisian (Polresta Cirebon).
Mereka pun mendesak Polresta Cirebon agar segera menindaklanjuti kasus tersebut.
BACA JUGA:Wapres Gibran di Pasar Jagasatru Cirebon, Beli Tauge 2 Kilo Lalu Janjikan Hal Ini ke Pedagang
Perwakilan sekaligus juru bicara para korban, Natha Syakillah, mengatakan bahwa laporan sudah dilayangkan lebih dari satu tahun lalu, namun belum menunjukkan kemajuan berarti.
“Kami merasa dirugikan oleh Yose Gasela. Laporan sudah masuk sejak tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan, bahkan belum P21,”katanya kepada wartawan saat menggelar jumpa pers, Kamis malam (23/10/2025).
Natha menuturkan, para korban hanya menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) tanpa adanya panggilan saksi maupun pemeriksaan lanjutan dari penyidik.
“Sampai detik ini tidak ada panggilan saksi satu pun. Kami hanya ingin keadilan,” tuturnya.
BACA JUGA:Waspadai Ciri Kinerja Kopling Tidak Optimal, Begini Cara Merawatnya
BACA JUGA:Perpres Tata Kelola MBG Segera Terbit, BGN Ingatkan Hal Ini kepada SPPG
Menurutnya, modus yang dijalankan pelaku cukup meyakinkan. Ia (pelaku) menawarkan investasi lelang arisan dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Peserta diminta menyetor sejumlah uang dengan imbalan yang dijanjikan lebih besar dari modal awal.
“Misalnya ikut lelang Rp25 juta, dijanjikan sebulan dapat Rp30 juta. Tapi ternyata tak ada sistem arisan, tak ada grup, dan pelaku menghilang setelah uang disetor,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


