Sekolah Rakyat Solusi untuk Pemulung Bantar Gebang, Berharap Nasib Anak Lebih Baik
Aktivitas belajar siswa Sekolah Rakyat Menangah Atas (SRMA) 13 Bekasi.-Ist-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM — Sekolah rakyat jadi solusi untuk para pemulung di kawasan Bantar Gebang, Bekasi.
Rahmat, salah satu pemulung di Bantar Gebang, merasa nasib anaknya akan jauh lebih baik setelah terdaftar dan mengikuti program pemerintah pusat tersebut.
Alfi Rahma, putri Rahmat, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi.
Rahmat berharap, putrinya mendapat pendidikan yang layak dan setara sehingga tidak bernasib sama dengannya.
BACA JUGA:Sopir Ambulans Meninggal saat Antar Jenazah Tiba di Rumah Duka
BACA JUGA:Kematian Misterius Wanita dengan Luka di Leher, Begini Pernyataan Polisi
Selain mendapatkan pendidikan gratis, Alfi kini tinggal di asrama Sekolah Rakyat. Menurut Rahmat, putrinya ingin mengejar cita-cita menjadi Polwan.
“Alfi pengen jadi Polwan. Semoga cita-citanya terkabul. Minimal anak saya bisa mencicipi pendidikan yang setara,” tuturnya,w arga Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (22/10/2025).
Sehari-hari, Rahmat bekerja sebagai pemulung sampah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Harapan Rahmat ini sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat, yang termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto, yakni untuk memutus rantai kemiskinan.
BACA JUGA:115 Atlet Bersaing Pada Body Contest Walikota Cup 2025, HSG: Tahun Depan Gubernur Cup
Dengan pendidikan, Presiden berharap kemiskinan tidak diwariskan.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, Alhamdulillah saya merasa dipedulikan oleh pemerintah. Program ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia berharap program ini terus berjalan sehingga anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa bersekolah secara gratis, termasuk asrama dan makan yang ditanggung pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


