Djanur Pamitan dari Persib

Djanur Pamitan dari Persib

Untuk Menuntut Ilmu Kepelatihan di Italia \"Logo_Persib-web\"JAKARTA - Penggawa Persib Bandung sepertinya sudah mulai harus terbiasa latihan tanpa pendampingan pelatih Djajang Nurjaman di pinggir lapangan. Sebab, sore kemarin (11/1), Djajang baru saja menjalani latihan terakhirnya bersama Maung Bandung -julukan Persib- karena akan segera bertolak ke Italia untuk menambah ilmu kepelatihannya di sana. Ya, pada sesi latihan yang digelar di Lapangan Ciujung, Bandung, Jawa Barat itu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini pun telah melakukan salam perpisahan dengan Atep dan kawan-kawan. Pelatih yang sukses membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 dan turnamen Piala Presiden 2015 itu, terlihat menyalami dan berpelukan dengan seluruh pemain dan ofisial Persib. Nampak suasana haru menyelimuti, bahkan tidak sedikit penggawa Maung Bandung yang matanya terlihat berkaca- kaca akibat menahan air mata saat melepas kepergian sang entrenador. Memang, di mata para pemain, Djanur bukan hanya berstatus sebagai pelatih bagi mereka, tapi juga menjadi sosok ayah yang mengayomi. “Barusan saya ucapkan salam perpisahan dengan para pemain dan ofisial tim. Karena rencananya saya sudah harus berada di Jakarta sore hari untuk persiapan ke Italia,” kata Djanur sambil berjalan meninggalkan lapangan.”Persib termasuk salah satu roh dalam karir sepak bola saya, jadi tidak etis kalau saya tidak meminta restu mereka,” tegasnya. Pada perpisahan tersebut, Djanur pun mengucapkan terimakasih kepada pemain ofisial tim atas kerjasama yang terjalin selama ini. Sebab, lanjutnya, dengan kerjasama yang telah terbangun sekian lama menbuat Persib mampu menyumbangkan sejumlah gelar dari pentas sepak bola nasional. “Semua sama-sama membangun kekompakan, kekeluargaan, kebersamaan dan disipilin yang tinggi, karena itu adalah modal untuk berprestasi. Saya juga sampaikan pada pemain, kalau saya juga belum tahu masa depan saya seperti apa. Apakah setelah pulang saya masih akan mengabdi di Persib atau tidak,” ucapnya. Terkait program latihan yang akan dia jalani di Italia nanti, Djanur belum bisa memberikan banyak komentar. Itu tidak lain karena sampai saat ini ia belum mendapat jadwal dan time schedule selama di Italia nanti. Namun, dari sejumlah kabar yang berkembang, Djanur akan menimbah ilmu kepelatihannya di markas Inter Milan. Kebetulan, pemegang saham mayoritas di tim yang berkompetisi di Serie-A Italia tersebut adalah pengusaha Indonesia Erick Thohir yang juga memiliki saham mayoritas di Persib. “Nanti akan saya cerita lebih banyak lagi kalau sudah di Italia. Tapi, satu hal yang paling penting adalah saya bisa berangkat ke sana,” ujarnya. Sementara itu, I Made Wirawan, kiper utama Persib berharap Djanur bisa memaksimalkan kesempatannya itu untuk menimbah banyak ilmu selama di Italia. “Karena tidak banyak yang mendapat kesempatan bagus semacam itu. Kami juga berharap, setelah kembali dari Italia, coach juga bisa menularkan ilmunya kepada kami,” kata Made. Terpisah, striker Yandi Sofyan merasa ada yang hilang di Persib bila tanpa Djanur. Meski begitu, demi karir kepelatihan Djajang, Yandi mengungkapkan dia bersama pemain-pemain lain telah memilih untuk ikhlas. “Apalagi kompetisi dalam negeri juga belum jelas, dan ini adalah kesempatan bagi Pak Djajang untuk menambah kualitas kepelatihannya. Kami berharap masih bisa bekerja sama lagi dalam kesempatan lain di akan datang,” pungkasnya. (ben/pra/jpg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: