Lagi, Ratusan Massa Gempur Demo Geothermal

Lagi, Ratusan Massa Gempur Demo Geothermal

KUNINGAN - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Massa Pejuang untuk Rakyat (Gempur) kembali mendatangi Pendopo Pemkab Kuningan memprotes rencana tender ulang proyek Geothermal di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kamis (6/10).   Aksi warga tersebut diawali dengan longmarch dua kelompok massa dari dua arah berbeda, dari utara warga berjalan mulai bunderan Cijoho dan kelompok lain dari selatan berjalan mulai dari Taman Kota. Kedua kelompok tersebut kemudian bertemu di satu titik di Jalan Siliwangi depan pendopo Pemkab Kuningan.   Kemudian satu persatu perwakilan massa menyampaikan aspirasinya mulai dari kalangan mahasiswa, perwakilan warga Sukamukti hingga dari masyarakat adat Cigugur. Pada intinya, mereka menolak keras rencana pemerintah melanjutkan rencana proyek pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ciremai sebagai pembangkit tenaga listrik.   Massa juga mempermasalahkan keberadaan status kawasan Gunung Ciremai yang sejak 12 tahun yang lalu menjadi Taman Nasional (TN). Hal ini telah banyak memberikan dampak buruk bagi masyarakat sekitar lereng Gunung Ciremai yang tidak lagi bisa mendapatkan manfaat dari sana.   \"Yang terbaru, ada 16 warga Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak kepolisian karena dilaporkan oleh TNGC atas tuduhan perusakan hutan. Kami melihat langkah-langkah TNGC ini sama persis seperti pemerintah VOC Belanda,\" teriak Desta dalam orasinya.   Atas hal tersebut, lanjut Desta, warga mendesak pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mencabut dukungannya atas proyek geothermal yang akan ditenderkan dalam waktu dekat. Yang kedua, warga meminta Pemkab Kuningan mencabut kesepakatan perjanjian kerjasama dengan pihak TNGC sekaligus meminta dikembalikannya aset-aset seperti mata air, objek wisata dan situs-situs lereng Gunung Ciremai kepada pengelola berbasis desa, masyarakat dan pemerintah daerah sesuai dengan semangat UU Desa dan peningkatan kesejahteraan rakyat.   Aksi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut kemudian ditanggapi oleh Sekretaris Daerah Yosep Setiawan yang mewakili Bupati Acep Purnama yang tengah menjalani tugas luar. Akhirnya aksi warga tersebut dilanjutkan dengan dialog antara Sekda dengan Warga sambil bersila di jalan dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan aksi tersebut ke Jakarta. (taufik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: