Jaringan Bom Panci Dibongkar, Rencana Ledakan Polda serta Polres-Polsek

Jaringan Bom Panci Dibongkar, Rencana Ledakan Polda serta Polres-Polsek

JAKARTA - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil membekuk dua terduga teroris yang terlibat dalam bom panci Yayat Cahdiyat di Bandung. (Baca: Pelaku Bom Panci Narapidana Terorisme, Ini Penampakan di KTP) Keduanya, Agus Sujatno alias Abu Muslim dan Soleh alias Zalzalat. Mereka menggunakan uang pribadinya untuk mendanai aksi teror bom panci. Ditemukan 12 kg bahan peledak yang biasa disebut mother of satan, dengan nama ilmiah triaceton triperoxide (TATP). Bahan peledak untuk bom panci masuk kategori primer high explosive. Kadivhumas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, kedua terduga teroris ditangkap pada 8 Maret 2017 di Bandung. Agus ditangkap di Jl Kebun Gadang 3 Kelurahan Maleker, Batu Nunggal, Bandung. “Soleh ditangkap di tempat berbeda ya,” ujarnya. Yang mengerikan, dalam penggerebekan di rumah Agus ditemukan sejumlah barang bukti bahan peledak. Yakni, TATP, Hidrogen Peroksida, HCL, Aseton, Asam Nitrat, parafin, panci, kabel, paku, korek api, baterai dan selotip. “Barang bukti ini menunjukkan masih ada upaya untuk membuat bom panci,” ungkap Boy. Salah satu yang paling menyedot perhatian Densus 88 Anti Teror adalah keberadaan bahan peledak bom panci jenis TATP. Bila digunakan dengan tepat, maka ledakannya bisa maksimal. “Bahkan, rumah Agus ini bisa dibilang sebagai laboratorium yang membuat bahan peledak. Bahan peledak bom panci yang Yayat gunakan juga dibuat di sini,” tuturnya. Boy Rafli menambahkan, Agus diketahui berperan dalam merangkai bom panci yang dipakai Yayat. Agus berprofesi sebagai ahli listrik. Pengetahuannya dalam membuat bom didapatkan dari dunia maya. ”Dia juga berperan melakukan survey-survey,” terangnya. Untuk Soleh diketahui berprofesi sebagai penjual susu keliling. Dia berperan memberikan Rp2 juta untuk Yayat melakukan aksinya di Kelurahan Arjuna. “Soleh ini juga dititipi Yayat, anak dan istrinya,” paparnya. Dari mana mereka mendapatkan dana? Boy menjelaskan, kemungkinan besar mereka merogoh uang pribadinya untuk melakukan aksi tersebut. Karena pemahaman radikalisme, dia mempertaruhkan hartanya untuk melakukan aksi tersebut. (Baca:Kapolda Sebut Jaringan JAD di Balik Bom Panci Cicendo, Ini Motifnya ) Untuk target aksi mereka, Densus 88 mendeteksi bahwa Polda Jawa Barat dan seluruh kantor kepolisian menjadi sasaran. Sasaran itu diputuskan karena mereka ingin melakukan upaya balasan dan meminta agar jaringan yang ditahan Densus 88 dibebaskan. (idr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: