Perbankan dan Pengusaha Sama Hati-hatinya

Perbankan dan Pengusaha Sama Hati-hatinya

KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani menyatakan, pelaku usaha memang cenderung mengerem dan tidak memaksimalkan fasilitas kredit bank karena pasar dan demand yang kurang menjanjikan. “Pelaku usaha mengerem, khususnya untuk perusahaan-perusahaan besar. Mereka cenderung konservatif. Cari peluang market yang bagus,” jelasnya tadi malam. Di sisi lain, Hariyadi menilai perbankan sama konservatifnya dengan pengusaha. Perbankan cenderung berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha. “Karena kondisi pasar memang belum mantap, jadi dua-duanya berhati-hati. Jangan sampai nekat ekspansi, tapi demand-nya nggak ada,” tegasnya. Mengenai aspek perizinan dan regulasi usaha, dia tak melihat hal tersebut berdampak secara langsung pada perlambatan kredit usaha. “Tapi, dampaknya lebih pada delay dan memperlambat kinerja pengusaha,” tandas Hariyadi. Soal rendahnya konsumsi listrik masyarakat, pengusaha sependapat bahwa hal tersebut dipengaruhi rendahnya aktivitas ekonomi. “Saya melihatnya lebih seperti itu. Saat ini di beberapa negara seperti Eropa, konsumsi listrik juga sedang turun. Tapi, itu karena mereka sedang gencar energy saving. Kalau di kita, rasanya saya masih melihat ada perlambatan di pertumbuhan ekonominya,” ungkapnya. (c5/oki)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: