Iklan kok Dianggap Kejadian Sungguhan

Iklan kok Dianggap Kejadian Sungguhan

\"INILAH detik2 penculikan anak yg tertangkap cctv.” Begitu deskripsi video yang diunggah akun Facebook Luz Doang pada 30 Mei lalu. Video tersebut berisi kompilasi gambar yang disebut sebagai aksi penculikan anak. Dalam salah satu adegan, terlihat seseorang bersepada motor membawa seorang anak yang tengah bermain di jalanan. Dari pencarian yang dilakukan koran ini, bukan hanya akun Luz Doang yang menyebarkan video tersebut. Akun Facebook CCTV SBNK juga menyebarkan video serupa. ”Seringkali terjadinya kejahatan karena adanya kesempatan, jangan sampai anda terlambat dan menyesal karena adanya kejahatan di tempat anda tanpa adanya antisipasi demi kenyamanan dan keamanan pelanggan anda. Segera pasang cctv untuk keamanan (rumah, toko, pabrik, kantor, dll) dapat di koneksikan via internet WIFI/HOTSPOT.” Begitu cuplikan deskripsi video yang disebarkan akun CCTV SBNK. Ya, akun tersebut memang digunakan untuk menjual produk CCTV. Dari penelusuran yang dilakukan koran ini, adegan seseorang yang ”menculik” anak dengan menggunakan sepeda motor tersebut ternyata bukan kejadian asli. Adegan itu hanyalah bagian dari iklan layanan masyarakat yang dibuat sebuah organisasi di Pakistan, Roshni Helpline. Namun, video yang beredar di media sosial secara luas, termasuk yang disebarkan akun Luz Doang dan CCTV SBNK, telah mengalami editan. Ada adegan yang sengaja dihilangkan. Video aslinya berdurasi satu menit. Dalam video aslinya, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain kriket di jalanan. Lalu, pria yang berboncengan dengan motor membawa paksa satu di antara anak-anak itu. Mengetahui temannya dibawa orang, anak-anak yang lain mengejar. Selang beberapa menit kemudian, si penculik datang lagi. Dia membawa anak yang diculiknya tadi. Anak itu dikembalikan. Si pria yang ada di boncengan belakang motor lantas mengeluarkan poster bertulisan, ”It takes only a moment to kidnap a child from the streets of Karachi.” Beberapa detik kemudian muncul pesan imbauan dari Roshni Helpline. Dalam imbauan itu disebutkan, setiap tahun 3.000 orang hilang di Karachi, Pakistan. Karena itu, Roshni Helpline mengajak para orang tua untuk waspada menjaga anaknya. ”Support Roshni in their efforts to find missing children.” Begitulah kalimat terakhir yang ada dalam video tersebut. Dikutip dari BBC, ternyata iklan layanan masyarakat tentang penculikan anak yang telah diedit itu juga viral di India. Bahkan, di sana sampai jatuh korban jiwa. Gara-garanya, video tersebut tersebar di berbagai platform media sosial dan dianggap asli. Parahnya, media-media lokal pun ikut kepleset memberitakan kabar keliru tersebut. Katanya, ribuan anak di India Selatan menjadi korban penculikan. Seorang pria bernama Kaalu Ram, 26, tewas mengenaskan karena dianiaya warga. Dia dianggap sebagai pelaku penculikan yang selama ini videonya tersebar di media sosial. Padahal, Kaalu Ram tak ada kaitannya dengan penculikan. Polisi setempat pun sampai kewalahan meredam hoax tersebut. Sayang ya, coba di India ada Jawa Pos Group. (gun/c17/fat) FAKTA Video yang katanya rekaman CCTV aksi penculikan anak di India bukan kejadian sebenarnya. Video itu hanya bagian dari iklan layanan masyarakat sebuah organisasi asal Pakistan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: