Menurut Ramalan Shio Babi Tanah, Ekonomi Masih Tak Menentu

Menurut Ramalan Shio Babi Tanah, Ekonomi Masih Tak Menentu

CIREBON-Salah satu yang ditunggu-tunggu saat Tahun Baru Imlek adalah ramalan Shio. Dan, perayaan Imlek 2019 yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2019, memasuki Tahun Babi Tanah. Ketua Yayasan Wihara Dharma Sukha Kusnadi Halim mengatakan shio masih banyak dipercaya oleh warga Tionghoa untuk menghitung hoki tahun ini. Terutama untuk usaha dan perjodohan. Shio berdampingan dengan unsur yang mewarnainya. Sehingga shio itu tidak pernah sama setiap tahun, Siklus shio sampai 60 tahun. Karena ada 12 shio dan lima unsure yang berbeda. Sebenarnya, ramalan ini tidak hanya soal shio. Warga Tionghoa juga mengenal ramalan ciamsi atau ramalan yang berasal dari para dewa. Nah, bila melihat shio tahun ini, Kusnadi menyebutkan ada unsur tanah. Unsur tanah ini, biasanya sangat cocok bagi unsur yang menghidupkannya. “Tanah itu, ya bisa dihidupkan sama air atau api. Sementara logam dan kayu bertentangan. Jadi kalau mau usaha tidak boleh berkaitan dengan unsur logam dan kayu,” katanya. Sementara Pemerhati Budaya Tionghoa, Jeremy Huang, mengatakan berdasarkan shio penanggalan imlek, tahun 2019 ini merupakan Tahun Shio Babi Tanah. Tahun Babi Tanah Sendiri disebut merupakan tahun yang tidak menentu bagi shio yang lain. Begitu juga dengan kondisi perekonomian. Ia mengatakan horoskop masyarakat Tionghoa, dari shio dapat diketahui tahun kelahiran, sifat, dan karakter pribadi dan hoki peruntungan seseorang. Meski pada tahun ini Shio Babi Tanah, namun ada beberapa orang yang memiliki shio yang mendapatkan hoki atau keberuntungan. Yakni shio ayam, shio anjing, shio kelinci, shio kerbau dan shio naga. “Mereka yang lahir di shio itu, akan dapat keuntungan dan hoki besar. Baik bisnis dan kesehatan di tahun ini,” ucapnya. Sementara itu, ada shio yang mendapat hoki adapula yang kurang beruntung. Istilahnya ciong, yang memiliki arti kurang beruntung karena berlawanan dengan tahun babi tanah. Shio yang ciong di Tahun Babi Tanah ini yakni shio babi itu sendiri, shio macan, shio ular, dan shio monyet. Dijelaskan Jeremy, sejarah penggunaan shio diperkirakan dimulai pada zaman Kaisar Huang di abad ke-6. Ada 12 shio. Yaitu Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Setiap shio memiliki karakternya masing-masing. Shio babi sendiri merupakan shio terakhir dalam horoskop Tionghoa. Babi dianggap sebagai hewan yang kurang pintar dan pemalas. Namun juga memiliki sisi positif seperti jujur, lugu, lucu dan apa adanya. Dalam budaya Tionghoa, tahun yang sama dengan tahun yang kelahiran disebut sebagai ben ming nian. Mitosnya, tahun beng ming nian seseorang biasanya dipenuhi dengan berbagai masalah. “Tahun ini memang agak berat buat shio babi,” katanya. (jml)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: