Perang Dagang AS vsresus Tiongkok Berakhir

Perang Dagang AS vsresus Tiongkok Berakhir

OSAKA - Ketegangan perdagangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China sedikit mereda. Hal itu dibuktikan, Presiden As Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G-20 bertemu dan telah mencapai kesepakatan baru. Trump mengatakan, tidak akan meminta tambahan bea masuk untuk produk penting China. Kemudian tim negosiasi kedua negara saat ini akan membahas isu-isu yang spesifik. Mengutip Xinhua, Sabtu (29/6) disebutkan, kedua pemimpin negara tersebut telah merundingkan kondisi perdagangan kedua negara. AS dan China akan kembali melakukan negosiasi perdagangan antarnegara. Perselisihan kedua negara dengan ekonomi jumbo itu telah merugikan perusahaan di kedua negara bahkan mencapai miliaran dola. Karena mengganggu jalur produksi dan pasokan global, serta mengacaukan pasar global. Trump mengatakan, akan duduk bersama dengan Xi. Pertemuan itu merupakan yang pertama mereka setelah tujuh bulan tak bertemu. Pertemuan dilakukan siang hari di Osaka. Salah satu yang dibahas juga mengenai sengketa Huawei Technologies Co. \"Banyak yang dicapai sebenarnya tadi malam. Hubungannya sangat baik dengan China. Mengenai apakah kita dapat membuat kesepakatan atau tidak, waktu akan memberi tahu. Tetapi hubungan itu sendiri benar-benar hebat,\" kata Trump, Sabtu (29/6). Trump menyatakan, mencabut embargo Huawei Technologies Co. Ltd menjalin bisnis dengan perusahaan asal negara Paman Sam. Menurut Trump, delegasi China adalah pihak pertama yang meminta hal tersebut kepadanya. \"Dari permintaan itu kami segera membuat persetujuan. Dan kami, tanpa berpikir panjang, sepakat mereka bisa lakukan (bisnis) itu lagi,\" ujar Trump. Dengan penghapusan embargo ini, maka perusahaan AS kembali bisa menjual produk-produknya ke Huawei. Menurut dia, tindakan ini cukup adil karena perusahaan-perusahaan AS tidak senang ketika pemerintah memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam. Menurut Trump, pencabutan larangan bisnis ini juga bisa membantu pengembangan industri teknologi tingkat tinggi milik AS, yang diklaim Trump sebagai yang terbaik di dunia. Trump juga memastikan, pertahanan dan keamanan AS akan tetap terlindungi setelah penghapusan embargo terhadap Huawei. \"Kala itu, perusahaan-perusahaan AS memang tidak senang karena mereka tidak bisa jual produknya. Terlebih, mereka (perusahaan-perusahaan) AS juga tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Huawei,\" tuturnya. Perang dagang AS-China bermula kala Trump dengan perdagangan yang penuh utang. Trump memilih proteksionisme yang disebut sebagai langkah tepat untuk mengeluarkan AS dari jebakan defisit dagang. Perang dagang pun dimulai. Tepatnya pada 22 Januari 2018, saat AS mengerek masuk panel surya dan mesin cuci masing-masing menjadi 30 persen dan 20 persen. Setelahnya, China membalas tindakan AS dengan mengerek empat kali masuk untuk produk impor asal AS, yang langsung dibalas lagi oleh AS dengan lima kali naik bea masuk impor. Tensi perang dagang kian bulan Mei lalu setelah AS naik lagi bea masuk untuk produk China sebesar US $ 200 miliar atau dari 10 persen menjadi 25 persen, lantaran Cina menentukan jalannya perundingan perdagangan dagang. (der/rts/fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: