Longsor di China, 11 Orang Tewas

Longsor di China, 11 Orang Tewas

BEIJING - Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan lainnya hilang, akibat insiden tanah longsor di Provinsi Guizhou, China, setelah hujan deras yang terus mengguyur di wilayah tersebut. Kementerian Penanggulangan Urusan Darurat dalam pernyataannya menyebutkan, tanah longsor menimbun 21 rumah yang ada di sebuah desa di distrik Shuicheng, pada Selasa (23/7) malam waktu setempat. Dalam bencana alam ini, dilaporkan 11 orang meninggal dan 42 orang masih dinyatakan hilang. Media televisi lokal, CGTN, menunjukkan bagian bukit yang dilanda longsor tertutup timbunan lumpur tebal. Alat berat berupa ekskavator digunakan untuk menggali puing-puing yang tertimbun longsor. Petugas penyelamat yang memakai helm pelindung dan membawa obor terlihat berjuang menyisir timbunan lumpur tebal dengan ambulans siaga di sekitarnya. Para petugas berhasil menyelamatkan 11 orang dari longsor. Pernyataan Kementerian Penanggulangan Urusan Darurat menyebutkan, bahwa sekitar 560 petugas penyelamat masih menyisir lokasi longsor untuk mencari korban. Presiden China, Xi Jinping, menyerukan dilakukannya penyelidikan yang penuh kehati-hatian terhadap penanggulangan banjir dan bencana untuk meredakan dampak bencana di masa mendatang. Tanah longsor cukup sering terjadi di wilayah pedesaan dan pegunungan China, khususnya dipicu hujan deras terus-menerus. Insiden terpisah di sebuah lokasi proyek konstruksi di distrik Hezhang, yang juga ada di Provinsi Guizhou, pada Selasa (23/7) waktu setempat, menewaskan satu orang. Enam orang lainnya dilaporkan hilang. Sekitar 2,2 juta orang di Provinsi Guizhou terdampak banjir dan angin kencang pada enam bulan pertama tahun ini. Laporan kantor berita Xinhua menyebut, bencana alam telah memicu kerugian hingga 3,1 miliar Yuan pada perekonomian lokal sepanjang tahun ini. (der/afp/fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: