101 WNI Dipulangkan dari Hong Kong

101 WNI Dipulangkan dari Hong Kong

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengkonfirmasi, sebanyak 92 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat terjebak di dalam bandara Hong Kong, akibat demonstrasi sejak awal pekan ini sudah kembali tanah air. Selain 92 orang tersebut, 9 WNI lainnya juga terbang dari Hong Kong menuju Indonesia pada Kamis (15/8) dini hari. \"92 WNI terdampak situasi bandara Hong Kong telah kembali ke tanah air,\" kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melalui akun Twitter resminya, Rabu (14/8). Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga membuka gerai bantuan di bandara bagi WNI yang terkena imbas situasi. \"KJRI Hong Kong buka Help Desk di Bandara International Hong Kong (Hall A Area Kedatangan Terminal 1) untuk bantu WNI terdampak situasi Bandara Hong Kong. Dengan nomor hotline khusus di Bandara +852 6894 2799,\" tutur Retno. Kemlu dan KJRI Hong Kong masih terus memantau situasi keamanan WNI di Hong Kong. Sebelumnya, mereka mengimbau agar WNI tidak bepergian ke Hong Kong jika tidak mendesak. Hong Kong memang sedang bergolak akibat rentetan demonstrasi anti-RUU ekstradisi yang kerap berujung ricuh sejak Juni lalu. Demonstrasi di bandara semakin tidak kondusif pada awal pekan ini, hingga memaksa otoritas membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Hong Kong pada Senin (12/8). Meski sempat mereda, para pedemo kembali menggelar protes pada Selasa siang hingga membuat otoritas lagi-lagi harus menangguhkan seluruh penerbangan keberangkatan dari bandara Hong Kong. Otoritas bandara mulai membuka kembali penerbangan keberangkatan pada Rabu pagi, setelah ribuan demonstran meninggalkan tempat itu dini hari tadi. Terpisah, Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo meminta, Pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Hongkong, menyusul kondisi politik negara tersebut semakin genting. \"Ada sekitar 250.000 TKI yang saat ini berada di sana. Langkah yang harus segera dilakukan adalah untuk sementara menghentikan arus masuk calon pekerja migran ke Hong Kong,\" kata Wahyu, Rabu (14/8). Menurut Wahyu, apabila situasi makin tak terkendali, perlu ada langkah lanjutan oleh pemerintah. \"Jika suatu semakin memburuk, opsi evakuasi merupakan langkah yang bisa dipertimbangkan terutama untuk kawasan-kawasan dengan tingkat konflik yang tinggi,\" ucapnya. Sementara itu, berkenaan dengan situasi keseluruhan Departemen Luar Negeri Indonesia telah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan mereka ke Hong Kong. Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) meminta WNI untuk tidak bepergian ke Hong Kong apabila situasinya tidak mendesak. WNI diimbau menunda perjalanan ke wilayah China itu hingga situasi di sana lebih kondusif. \"Bagi yang merencanakan bepergian ke Hong Kong, agar mencermati perkembangan keamanan terakhir, termasuk melalui aplikasi safe travel Kemlu,\" demikian bunyi pernyataan resmi Kemenlu. (der/fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: