Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di China
Tim panjang tebing dari Indonesia Big Wall Expedition (Ibex) menjadi yang pertama dari tanah air dalam upaya merayapi tebing es dengan elevasi 3.550-3.650 mdpl, dan panjang jalur pemanjatan 30-500 meter di air terjun es (ice waterfall) di Lembah Shuangqia-Dokumen Pribadi -
Seperti saat memanjat jalur Xiao Xue Tang 2 setinggi lebih dari 200 meter, tingkat kesulitan WI2, WI3, dan WI5.
“Rute menuju dinding es cukup mudah, tidak terlalu banyak rintangan seperti hari kedua, walau melewati aliran sungai beku. Total dinding es yang bisa dipanjat 230 meter,” terang Asro.
Pemanjatan memakai sistem multipitch. Titik awal pemanjatan ke pitch 1 setinggi 30 meter (kesulitan WI2+). Pitch 2 (WI1+) sepanjang 20 meter, menggunakan teknik moving together.
Pitch 3 meninggi 70meter, lanjut pitch 4 (WI2+) 50 meter dengan moving together, dan terakhir pitch 5 (WI4+, WI5) mencapai 40 meter hingga top rope.
“Pemanjatan terhenti di situ, karena es mulai tidak stabil (mencair). Pemandu menyarankan turun, berbahaya jika dilanjutkan."
"Suhu berubah cepat, hujan salju melelehkan dinding es,” kata Ba’a, panggilan akrab Tatang. “Suhu minus 18 derajat Celcius, kecepatan angin 28 knot.”
Mengutip laman www.eigeradventure.com, multipitch climbing adalah pemanjatan dengan lebih dari satu pitch.
Teknik pemanjatan ini dipakai untuk rute yang berkelok atau panjang. Jarak yang panjang dan rumit, mengharuskan pemanjat memiliki keterampilan penyelamatan diri sebelum memulai multipitch climbing.
Mereka Mendukung
Menjadi pionir pemanjatan air terjun beku di Tiongkok, tim Ibex mendapat dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.
Duta Besar Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun mengungkapkan, kehadiran petualang Nusantara di negeri Mao Zhe Dong merupakan simbol persahabatan erat kedua bangsa.
Kepentingan bilateral Indonesia-Tiongkok, kata dia, tak semata soal kedaulatan wilayah, perdagangan dan pertahanan, melainkan pula aspek kebudayaan serta pariwisata di dalamnya.
“Petualangan para pemanjat kita di Chengdu patut di-support. KBRI Beijing mendukung sepenuhnya ekspedisi ini,” ucapnya melalui sambungan telepon.
Demi memajukan olahraga panjat tebing dan ice climbing anak negeri, lanjut Asro, Ekspedisi Merah Putih Ice Climbing Lembah Shuangqiao 2026, turut disokong para pembina lainnya: Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto, Harry Suliztiarto (Skygers), dan Prof DR Robertus Robert MA.
Berkontribusi pula PT Pegadaian, Eiger, Yayasan Budha Tzu Chi, serta Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

