Daya Motor

'Sarjana' Ultra 600 Km

'Sarjana' Ultra 600 Km

JADI “SARJANA”: Presiden Persebaya sekaligus CEO Mainsepeda Azrul Ananda (kanan) mengalungkan selendang dan memakaikan toga kepada CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo.-Istimewa-radarcirebon

Sudah tidak ada kamar di 2 penginapan yang ada. Sebanyak 7 kamar sudah berisi penuh. Pilihannya tidur di emperan warung atau masjid.n Kebetulan ada 8 orang yang bersama saya. Setelah diskusi muncul ide; tidur di rumah warga. Kami pun mendatangi rumah warga yang belum tidur.

BACA JUGA:SDM Lokal Dipersiapkan Sejak Dini, Warga Sukra Diproyeksikan Jadi Motor Kawasan Industri Indramayu

Waktu sudah pukul 22.00. Warga itu menolak. Tapi memberikan solusi. Ada rumah orang tuanya yang boleh ditempati. Jadi kami 8 orang tidur di ruang tamu rumah ibu-ibu 70 tahun, mantan TKI yang bekerja di Brunei Darussalam.

Pukul 05.00 pagi itu kami meninggalkan rumah ibu tua itu. Dengan bekal kurang tidur, kami melanjutkan perjalanan menuju CP 2 di Kota Madiun. Untuk sampai Kota Pecel itu harus melewati Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Kabupaten Madiun.

Di hari kedua adalah jalur yang paling menantang, namun sangat memanjakan mata. Banyak jalur yang naik turun sangat curam. Bahkan hampir sebagian besar pegowes harus menuntun di beberapa tanjakan ekstrem.

Namun demikian hari kedua ini yang paling indah. Terutama ketika melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung. Daerah ini sekarang sudah menjelma menjadi jalur wisata eksotis yang dipenuhi spot estetik dan instagramable.

BACA JUGA:Disdik Koordinasi dengan LPS Terkait Tabungan Anak Sekolah di BPR Bank Cirebon

Di JLS Tulungagung tampak pemandangan laut, bukit, hingga jalanan berkelok. Sebagian jalan ini dikelilingi pohon kelapa. Hal tersebut membuat JLS Tulungagung tidak hanya sekadar jalur transportasi, tapi juga destinasi utama para traveler.

Ada beberapa tempat yang sangat indah di JLS Tulungagung. Di antaranya Sine View dan Pantai Kedung Tumpang. Khusus Sine View, merupakan gardu pandang modern yang menawarkan view 180 derajat ke arah Samudra Hindia.

Ketika sunrise, dengan latar belakang laut dan tebing yang dramatis. Tak hanya itu, keindahan Pantai Sine pun sangat dapat dinikmati, terutama jika bersepeda dengan kecepatan rendah.

Rute menantang berikutnya tanjakan Trenggalek-Tulungagung. Terutama di atas Bendungan Tugu, yang terletak di Desa Nglinggis dan Nglebo, Kecamatan Tugu. Bendungan ini berdekatan dengan akses jalan nasional menuju Ponorogo.

BACA JUGA:Sedih Tapi Lega, Begini Respons Walikota Usai BPR Bank Cirebon Ditutup OJK

Walau turun hujan deras, setelah melintasi Ponorogo dan Kabupaten Madiun, menjelang 18.00 baru sampai CP 2 Kota Madiun. Lokasinya di dekat Patung Liberty Jl Merdeka Kota Madiun.

Setelah istirahat makan pecel di kaki lima, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju Kabupaten Ngawi. Rombongan kami tinggal berlima, akhirnya bermalam di pusat Kota Ngawi. Pukul 05.00, kami melanjutkan perjalanan menuju titik finish di Surabaya. Untuk sampai finish harus melalui beberapa kabupaten. Dari Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Gresik dan finish di Surabaya.

Bagi saya, yang paling menarik di rute tersebut adalah Geosite Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Ternyata, kawasan tambang minyak tradisional ini sudah menjadi destinasi Geosite Geopark Unggulan di Bojonegoro.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: