Minyak Dunia Melonjak Usai Konflik Timur Tengah, Pasokan Global Terancam
Harga minyak dunia melonjak 8 persen akibat konflik Iran-Israel-AS yang ganggu Selat Hormuz. Pasokan global terancam, Brent sempat tembus 82 Dolar AS per barel.-Alexandra Koch-Pixabay
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Harga minyak dunia melonjak tajam hingga sekitar 8 persen pada perdagangan Senin 2 Maret 2026, menyusul memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan minyak dunia.
Jalur strategis tersebut dikenal sebagai salah satu urat nadi perdagangan energi global.
BACA JUGA:Pertamax, Turbo, Dexlite Kompak Naik! Ini Rincian Harga BBM Terbaru 1 Maret 2026
Lonjakan harga terjadi setelah serangan balasan Iran dilaporkan mengganggu pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Aksi ini merupakan respons atas pengeboman akhir pekan oleh Israel dan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent sempat melesat hingga 13 persen ke level 82,37 Dolar AS per barel, tertinggi sejak Januari 2025.
Namun, pada pukul 16.19 WIB, harga terkoreksi dan masih menguat 8,2 persen di posisi 78,87 Dolar AS per barel.
BACA JUGA:Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak lebih dari 12 persen dan menyentuh 75,33 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2026.
Harga kemudian turun tipis dan diperdagangkan di kisaran 72,17 Dolar AS per barel atau naik 7,7 persen.
James Hosie dari Shore Capital menyebut lonjakan harga mencerminkan ketidakpastian besar atas eskalasi konflik dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.
“Pergerakan terbaru ini menunjukkan pasar sedang mengantisipasi skala dan durasi konflik, termasuk dampaknya terhadap masa depan politik Iran dan stabilitas Timur Tengah,” ujarnya.
Selat Hormuz merupakan jalur sempit antara Iran dan Oman yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

