Bandara Husein Sastranegara Buka Rute Baru Bandung-Yogyakarta, Gimana Nasib BIJB Kertajati?
Pesawat terbang milik maskapai Susi Air siap melayani penumpang rute Bandung-Yogyakarta per Rabu 2 Juli 2025.-Biro Admin Jabar-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Rute penerbangan Bandung-Yogyakarta mulai beroperasi per Rabu 2 Juli 2025 dari Bandara Husein Sastranegara (DBO) menuju Bandara Adisutjipto (JOG) pergi-pulang.
Rute penerbangan domestik ini dilayani oleh maskapai asal Provinsi Jawa Barat milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti, yakni Susi Air.
Dibukanya rute penerbangan Bandung-Yogyakarta disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, pembukaan rute ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ekosistem penerbangan di Bandara Husein Sastranegara yang berada di pusat Kota Bandung.
BACA JUGA:Risty Tagor, Pemantik Tumbuh Kembangnya Budaya Literasi di Kota Cirebon
BACA JUGA:Danrem 063 SGJ Pastikan Pembangunan Batalyon TP di Kuningan Sesuai Komando Pusat
BACA JUGA:Pengelola GTC Minta Kejati Jabar Tuntaskan Kasus Dugaan Penggelapan Dana yang Libatkan Komisarisnya
"Ini adalah jalan untuk mengembangkan kembali Bandara Husein agar bisa hidup kembali. Hari ini Bu Susi menggunakan pesawat kecil, mungkin ke depan akan semakin banyak penerbangan," kata KDM saat menghadiri Inagurasi Penerbangan Perdana Susi Air rute Bandung–Yogyakarta.
KDM menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah menyiapkan roadmap transportasi publik untuk wilayah Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang. Rencana tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
"Kita mulai dari sini. Kalau sudah terisi, ekosistem akan tumbuh. Tapi kalau belum ditanam, ekosistem tidak akan pernah ada," tegasnya.
Terkait Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, KDM menyampaikan bahwa untuk saat ini difokuskan pada penerbangan internasional, khususnya perjalanan ibadah Haji dan Umrah.
"Kertajati kita fokuskan dulu untuk Haji dan Umrah. Jika penerbangan itu berjalan lancar, penerbangan domestik bisa mengikuti," jelasnya.
BACA JUGA:APBN 2025 Defisit, Politisi PDI Perjuangan Pertanyakan Program Efisiensi Anggaran
KDM juga menegaskan komitmennya terhadap pengembangan dua bandara strategis tersebut. "Saya ini Gubernur Jawa Barat. Sama Husein harus sayang, sama Kertajati juga harus sayang," ungkapnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan bahwa kembali aktifnya Bandara Husein merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha penerbangan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Bandara ini menjadi pintu gerbang utama masuk ke Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat," ujar Farhan.
Sementara, CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti, menyatakan bahwa penerbangan skala kecil memiliki peluang besar untuk melayani rute-rute yang tidak dijangkau maskapai berbadan besar.
"Kami ingin berpartisipasi dalam menggeliatkan ekonomi masyarakat. Saya sangat mengapresiasi perhatian dari Pak Gubernur, Pak Wali Kota, Danlanud, dan seluruh stakeholder," kata Susi.
BACA JUGA:Detik-detik Truk Tabrak Minibus dan Warung di Cianjur, Diduga Akibat Rem Blong
"Biasanya maskapai kecil seperti kami jarang mendapat perhatian. Tapi hari ini kami bersyukur karena tetap bisa beroperasi dengan manajemen yang siap melayani kapan saja," lanjutnya.
Rute Bandung–Yogyakarta ini melengkapi layanan Susi Air sebelumnya yakni Bandung–Pangandaran (Bandara Nusawiru) dan Bandung–Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma).
"Sekarang kita tambah dengan rute Jogja–Bandung–Jogja. Kalau animo penumpang bagus, frekuensinya bisa kita tambah jadi setiap hari," ucap Susi.
Penerbangan rute Bandung–Yogyakarta oleh Susi Air tersedia tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat, dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pukul 12.00 WIB dan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 14.00 WIB.
Harga tiket dibanderol Rp1.750.000, dan dapat dibeli secara daring melalui website resmi susiair.com serta aplikasi perjalanan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


