Ok
Daya Motor

Kembali Kritisi Dedi Mulyadi, Ono Surono Sodorkan 3 Catatan, Simak Penjelasannya

Kembali Kritisi Dedi Mulyadi, Ono Surono Sodorkan 3 Catatan, Simak Penjelasannya

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono kembali melontarkan catatan kritiknya kepada kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM. -@ono_surono-Instagram

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kritik, saran dan masukan terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono.

Dalam akun media sosial (medsos) Instagram pribadinya, Ono Surono menjabarkan hasil rilis Direktorat Jenderal (Dirjen) Keuangan Daerah Kemendagri terkait realisasi pendapatan daerah Jawa Barat per semester pertama 2025.

Menurutnya, realisasi pendapatan yang diraih oleh Jawa Barat per semeter pertama 2025, hanya mencapai 41,2 persen. Angka tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan Yogyakarta dan NTB.

“Realisasi pendapatan daerah Jawa Barat per semester pertama 2025 hanya mencapai 41,2 persen, tertinggal dari Yogyakarta (45,7 persen) dan NTB (47,1 persen),” dikutip dari keterangan tertulis dalam akun Instagram @ono_surono, Rabu 9 Juli 2025.

BACA JUGA:Kenali Dunia Perkeretaapian, KAI Daop 3 Cirebon Ajak Anak Sekolah dan Lembaga Sosial Keliling Stasiun

BACA JUGA:Hadir 40 Kota di Indonesia, Sapa Raja Hotels Tawarkan Berbagai Jenis Akomodasi

BACA JUGA:GMC Tunjukkan Kepedulian Terhadap Sesama, Bantu Biaya Pendidikan Anak Yatim Piatu

Ono menambahkan, realisasi belanja daerah Provinsi Jawa Barat pun masih cenderung stagnan pada angka 37,8 persen. “Menandakan potensi rendahnya serapan program strategis daerah,” imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan meminta agar gubernur lebih fokus untuk bekerja pada program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Kita perlu jujur melihat fakta. Ini bukan sekadar urusan anggaran, tapi menyangkut pelayanan publik, pengurangan pengangguran, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Dia menyampaikan masukan agar dalam menjalankan roda pemerintahan harus berkolaborasi dengan para pihak terkait.

“Era saat ini menuntut kepemimpinan berbasis teamwork, bukan one man show. Kapasitas Gubernur tidak diragukan, tetapi harus dibarengi dengan pelibatan OPD, wakil gubernur, mitra DPRD, dan stakeholder lainnya secara intensif.

Untuk itu, dia dan jajaran DPRD Provinsi Jawa Barat siap untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tetap memberikan masukan, saran dan kritik.

BACA JUGA:Daftar Pemilih Berkelanjutan Kabupaten Cirebon Tembus 1,76 Juta, Didominasi Pemilih Baru

BACA JUGA:100 Persen Produksi Dalam Negeri, SLB Rubber Airbag Siap Bersaing di Mancanegara

“Kami siap mendukung jika ada langkah korektif. DPRD bukan lawan, tapi mitra konstitusional Gubernur. Namun kami juga tidak bisa tinggal diam bila tren ini dibiarkan tanpa koreksi,” ujar Ono.

“Rakyat Jawa Barat menaruh harapan besar. Kita semua bertanggung jawab menjawabnya dengan kerja, data, dan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan,” tambahnya.

Sementara, dalam grafis yang ditampilkan dalam unggahannya, Ono Surono pun memberikan sejumlah poin catatan kritis dari DPRD Jabar dengan tajuk “Evaluasi kinerja KDM: Demi Masa Depan Jawa Barat yang Lebih Baik”, antara lain:

BACA JUGA:Logo Baru RSUD Welas Asih, KDM Jelaskan Makna Filosofinya

BACA JUGA:Pegadaian Cirebon Gelar Khitan Massal, Sebut Sebagai Langkah Emas

  • Belanja harus produktif – Fokus ke sektor pertanian, UMKM dan pariwisata desa.
  • Anggaran harus menyentuh rakyat – Prioritaskan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar.
  • Kurangi seremoni dan pencitraan – Tingkatkan program rill dan jangka panjang.

“Kritik ini bukan untuk menjatuhkan. Kita ingin Pemprov Jabar bangkit bersama rakyat. Ayo koreksi dan perbaiki bersama,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase