Daya Motor

Pelantikan IDI Kota Cirebon 2025–2028, Begini Pesan Penting dari Wali Walikota Cirebon

Pelantikan IDI Kota Cirebon 2025–2028, Begini Pesan Penting dari Wali Walikota Cirebon

Pelantikan IDI Kota Cirebon periode 2025-2028.-Humas Pemkot Cirebon-

RADARCIREBON.COM – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Pelantikan sekaligus Rapat Kerja Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Cirebon Masa Bakti 2025–2028 yang digelar di Hotel Santika, Sabtu (13/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap para pengurus IDI yang baru dilantik. 

Ia menekankan pentingnya peran dokter dalam menjaga kualitas layanan kesehatan di Kota Cirebon, serta meneguhkan komitmen kerja sama antara pemerintah daerah dengan IDI.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pengabdian untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA:Film Horor Ini Diangkat dari Kisah Nyata, Pemain dan Tokoh Aslinya Datang ke Cirebon

BACA JUGA:Bukan Cirebon Timur, Sejak 2023 Kecamatan Mundu Sudah Putuskan Gabung Kota Cirebon

Ia juga tidak lupa memberikan penghargaan kepada pengurus periode sebelumnya yang dinilai telah membangun pondasi kuat bagi organisasi profesi dokter di Kota Cirebon.

Menurutnya, tema kegiatan kali ini, “Profesional, Kolaboratif, dan Inovatif untuk Kesehatan Masyarakat”, sangat relevan dengan tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

“Profesionalisme adalah kunci utama bagi seorang dokter. Tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam menjaga etika, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta menunjukkan empati kepada pasien tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ungkapnya.

Selain profesionalisme, lanjut Wakil Wali Kota, kolaborasi juga menjadi kebutuhan di era sekarang. 

BACA JUGA:Dede Muharam Perkuat Komunikasi Bisnis dengan Mesir

BACA JUGA:2 Pengedar Obat Terlarang Ditangkap Polresta Cirebon di Kecamatan Plered

Ia menilai IDI memiliki posisi strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat.

“Pemerintah daerah membutuhkan dukungan para dokter, rumah sakit perlu koordinasi dengan BPJS, dan masyarakat memerlukan edukasi kesehatan yang berkesinambungan. Semua pihak saling terkait dan saling memperkuat. Dalam konteks inilah, IDI hadir sebagai mitra strategis,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait