Film Perempuan Pembawa Sial Siap Hantui Bioskop Kesayangan Anda, Catat Tanggal Tayangnya
Poster film Perempuan Pembawa Sial yang siap tayang di bioskop.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Setelah sukses lewat film Inang pada tahun 2022. Kali ini Sutradara Fajar Nugros kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul Perempuan Pembawa Sial.
Fajar Nugros menggali kisah rakyat yang jarang diangkat di perfilman Indonesia, yakni sebuah kutukan mematikan yang diwariskan dari masa lalu.
Film ini menggabungkan kisah cinta, kutukan, dan karma yang berakar dari legenda kuno Jawa, Bahu Laweyan.
Film horor terbaru IDN Pictures ini membuka sebuah gerbang menuju dimensi lain melalui ritual kuno Jawa yang jarang terungkap di layar lebar.
Maestro Didik Nini Thowok yang berperan sebagai Mbah Warso seorang dukun manten, memiliki pengalaman sebagai dukun manten di kehidupan nyata.
BACA JUGA:Film Horor Ini Diangkat dari Kisah Nyata, Pemain dan Tokoh Aslinya Datang ke Cirebon
BACA JUGA:Diangkat dari Podcast RLS5, Film Sihir Pelakor Berhasil Menyihir Penonton di Cirebon
BACA JUGA:Ratusan Kader Demokrat Nobar Film Gak Nyangka Karya Ibas Anak SBY di Cirebon
Dirinya membawakan ilmunya langsung ke dalam film. Ia bahkan menggunakan mantra Asmaradana asli yang diwarisinya dari sang guru.
"Mantra yang saya ucapkan memang asli dari guru saya, tapi beberapa kata sengaja saya modifikasi agar tidak memanggil atau menimbulkan kejadian yang tidak kita inginkan saat syuting," ungkapnya melalui rilis yang diterima radarcirebon.com, Rabu 17 September 2025.
Didi Nini Thowok mengatakan, ritual ini menjadi jantung mistis yang membuat film ini lebih dari sekadar tontonan horor, melainkan sebuah pengalaman budaya yang otentik dan mencekam.
Sementara itu, Fajar Nugros menyebutkan, lebih dari sekadar film horor, Perempuan Pembawa Sial dibangun dengan riset mendalam terhadap folklor Jawa.
"Saya menghadirkan perpaduan atmosfer meneckam, drama emosional, dan filosofi karma dalam balutan visual yang memukau."
"Horor bukan hanya tentang rasa takut, tapi juga bagaimana budaya dan kisah leluhur bisa hidup kembali di layar,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


