Sepi Peminat Sejak 2014, SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan Akhirnya Merger
Plt Kepala SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan Cecep J Subagja SP MPd.-Andre Mahardika-RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Penurunan jumlah siswa pendaftar ke SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan, terjadi sejak 2014.
Puncaknya, pada Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun 2025, SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan hanya mendapatkan 12 siswa yang mendaftar.
Akibat penurunan kuantitas siswa setiap kali SPMB, memaksa SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan harus digabung dengan sekolah lain alias merger.
Plt Kepala SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan Cecep J Subagja SP MPd mengungkapkan, sejak tahun 2014 jumlah siswa yang mendaftar mengalami tren penurunan.
BACA JUGA:SMPN 7 Cirebon Jadi Sekolah Adiwiyata Mandiri
BACA JUGA:Manfaatkan Indibiz Sekolah, SMAN 1 Ciwaringin Percepat Transformasi Pembelajaran
"Awalnya sekolah ini memang mengalami penurunan drastis sejak tahun 2014, sampai kemarin yang terakhir tahun 2025,” ungkapnya kepada radarcirebon.com, Kamis 18 September 2025.
Dia mengatakan, secara keseluruhan, jumlah siswa yang kini terdaftar, kurang dari 50 siswa. Diantaranya, 12 siswa kelas VII, 15 siswa kelas VIII dan 18 siswa kelas IX. "Jadi semua siswa di sekolah ini ada 45 siswa, secara keseluruhan,” katanya.
Dari 16 ruang kelas yang ada, hanya 3 ruang kelas yang digunakan, dengan masing masing satu kelas per tingkatan.
Idealnya, lanjut Cecep, daya tampung yang ada, sebenarnya bisa dimaksimalkan dengan rincian 5 ruang kelas per tingkatan.
"Sementara kami disini memiliki ruang kelas 16 kelas. Jadi, kalau dilihat kami hanya menggunakan tiga ruang kelas. Daya tampung memang bisa memaksimalkan secara pararel itu 5 ruang kelas per kelas tingkatan,” imbuhnya.
BACA JUGA:Program KACES Ciptakan Pembelajaran Joyful dan Bermakna di Sekolah Cirebon
BACA JUGA:Kunjungi Sekolah Vokasi Unpad, Sekda Herman: Mari Kita Samakan Frekuensi Bangun Jabar
Melihat fakta tersebut, semua siswa yang ada di SMP Negeri 6 Kabupaten Kuningan saat ini akan di-merger atau digabung dengan sekolah terdekat, yakni SMP Negeri 3 Kabupaten Kuningan.
"Mulai Senin 22 September 2025, sudah mulai untuk kegiatan belajar mengajar secara resmi", tambahnya.
Sedangkan, bagi guru berjumlah 10 orang, nantinya akan disebar di tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1, 2 dan 7 Kabupaten Kuningan.
"Sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Bahkan yang mengondisikan dan mengaturnya juga mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, di sebuah platform media sosial (medsos), terdapat satu unggahan menampilkan cuplikan video pendek yang memperlihatkan beberapa momen kegiatan sekolah.
Dalam unggahannya itu, disematkan secercah tulisan yan berisi pesan menyentuh dari tenaga pendidik. Dimana, mereka harus berpisah, yang belakangan diketahui akan dimerger dengan sekolah lain.
BACA JUGA:Aksi Santika Sahabat Bumi Sejak April 2025, Semangat Melestarikan Alam dan Budaya
"Disini kami berhasil membangun keluarga kecil dengan murid tetapi harus berpisah dengan mereka. Ternyata, yang paling berat itu bukanlah mengajar setiap hari, tapi karena harus merelakan.”
“Merelakan berpisah dengan siswa dan siswi, merelakan berpisah dengan rekan guru, berpisah dengan SMPN 6 KUNINGAN berpisah dengan keluarga kecil kami disini.”
"Dalam hati kecil kami belum sanggup berpisah dengan mereka, semoga nanti di tempat yang baru siswa & siswi mendapatkan tempat yang lebih baik begitupun dengan bapak/ibu guru.”
“Terimakasih SMPN 6 KUNINGAN Telah menjadi rumah terbaik kami." (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

