Ahli Waris Pencipta Lagu Kota Cirebon Dapat Penghargaan dari KAI Daop 3 Cirebon
H Momon Saptaji, ahli waris pencipta lagu Kota Cirebon dapat penghargaan dari PT KAI.-Humas KAI-
RADARCIREBON.COM – Ahli waris pencipta lagu “Kota Cirebon” dapat penghargaan dari PT KAI Daop 3 Cirebon.
Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Penghargaan diberikan kepada H Momon Saptaji sebagai ahli waris pencipta lagu "Kota Cirebon".
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan izin yang telah diberikan untuk memutar lagu "Kota Cirebon" di stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon.
Penghargaan ini diserahkan oleh Direktur SDM dan Kelembagaan KAI, Atih Nurhayati, dalam kesempatan upacara HUT ke-80 KAI yang dilaksanakan di halaman Kantor Daop 3 Cirebon.
Vice President Daop 3 Cirebon, Mohamad Arie Fathurrochman, menyampaikan rasa terima kasih atas izin yang diberikan oleh ahli waris, sehingga KAI dapat terus memutar lagu "Kota Cirebon" di stasiun-stasiun sebagai lagu untuk menyambut kedatangan penumpang kereta api.
Arie menjelaskan bahwa pemutaran lagu daerah di stasiun-stasiun merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Selain itu, pemutaran lagu daerah juga dapat menggugah kesadaran dan kebanggaan masyarakat akan identitas daerahnya.
BACA JUGA:Ketua KONI Kota Cirebon Bicara Anggaran, Segini yang Tersedia untuk BK Porprov
BACA JUGA:Pernyataan Dewan Pers usai Pencabutan ID Card Reporter CNN yang Bertugas di Istana
H Momon Saptaji, selaku ahli waris pencipta lagu "Kota Cirebon", menyampaikan rasa bangganya karena salah satu lagu karya ayahnya, Mamae Titin, dapat menjadi lagu yang setiap hari diputar di stasiun-stasiun kereta api.
Ia berharap bahwa pemutaran lagu tersebut dapat menjadi catatan amal baik bagi almarhum dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.
Arie menambahkan bahwa pemutaran lagu daerah di stasiun-stasiun tidak hanya dapat menciptakan suasana yang nyaman dan ramah bagi penumpang kereta api, tetapi juga dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi daerah tertentu dan menikmati keindahan budaya lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


