PHRI Kota Cirebon Dorong Reaktivasi Bandara Kertajati Majalengka
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki-APRIDISTA SITI RAMDHANI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Rendahnya tingkat keterisian penumpang tujuan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan juga sebaliknya, membuat jadwal penerbangan domestik untuk sementara waktu ditiadakan sejak beberapa waktu lalu.
Hal ini turut disayangkan oleh sejumlah pihak, termasuk Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon.
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki menuturkan dibukanya penerbangan internasional dan domestik dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi sebuah harapan baru bagi pelaku pariwisata di tengah tantangan saat ini.
BACA JUGA:Wisata Cirebon, PHRI dan Disbudpar Promosi Hingga ke Jakarta
BACA JUGA:Sambut Baik Insentif PPh 21 DTP, PHRI Harap Pemkot Beri Diskon Pajak untuk Hotel
BACA JUGA:Polemik Royalti, PHRI Pilih Tak Putar Lagu di Hotel
Pelaku industri pariwisata memiliki sebuah harapan baru. Apalagi saat pertama kali dibuka penerbangan, ada sekitar 12 penerbangan.
"Pertama dibuka langsung ramai, awalnya kami berharap ini bisa jadi angin segar bagi dunia pariwisata," ucapnya.
Sejak dibukanya beberapa rute penerbangan, kedatangan wisatawan dari berbagai daerah pun mulai dirasakan oleh sejumlah hotel di Kota Cirebon.
Terutama mulai datangnya beberapa wisatawan dari Malaysia. Beberapa wisatawan baru mulai berkunjung ke Cirebon.
"Meski belum banyak, namun mulai bermunculan wisatawan baru terutama dari Malaysia," tuturnya,
Menurutnya, jika Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terus dihidupkan maka akan memberikan dampak baik bagi dunia pariwisata.
BACA JUGA:Jadikan Sarana Promosi Daerah, Kabupaten Cirebon Bakal Kerja Sama dengan BIJB Kertajati
BACA JUGA:BIJB Kertajati Ternyata Punya Tunggakan PBB, Begini Kata Bupati Majalengka
Dalam kegiatan table top yang setiap tahunnya dilakukan oleh PHRI, pihaknya pun turut membidik wisatawan di Bali pada tahun lalu.
Hal ini dikarenakan akses Bali ke Cirebon yang sudah semakin mudah dengan adanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Namun sayang, kini dengan ditiadakannya penerbangan dari Bali akses wisata pun tersendat.
"Kami berharap Kertajati bisa aktif kembali, jika konsisten maka hasilnya pun akan maksimal dirasakaan," tukasnya. (apr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


