50 Anggota DPRD Gelar Reses, Serap Aspirasi Masyarakat di Setiap Dapil
TAMPUNG ASPIRASI. Anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon saat melaksanakan reses di masing-masing dapilnya. Mereka menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan langsung para konstituennya.-Samsul Huda-Radar cirebon
CIREBON, RADARCIREBON. COM– Seluruh anggota DPRD Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan reses masa sidang tahun 2025.
Agenda rutin yang digelar sejak tanggal 13 hingga 18 Oktober 2025 itu menjadi sarana bagi para wakil rakyat untuk turun langsung ke masyarakat.
Menyerap berbagai aspirasi, serta mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan di daerah pemilihan masing-masing.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH mengatakan reses merupakan bagian penting dari fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran yang dimiliki DPRD.
BACA JUGA:Warga Perumahan Banjarwangunan Indah Tagih Hasil Pertemuan dengan Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon
Melalui kegiatan ini, setiap anggota dewan dapat mendengarkan langsung kebutuhan warga dan menampung berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan kebijakan daerah.
"Reses menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi dalam rencana pembangunan Kabupaten Cirebon," ujar Sophi.
Menurutnya, seluruh anggota DPRD melaksanakan reses di masing-masing daerah pemilihan (dapil) selama sepekan.
Beragam persoalan muncul dari hasil dialog bersama masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, pengentasan pengangguran, hingga peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
BACA JUGA:Banyak Pemilik Restoran Nakal di Majalengka Hambat PAD, Anggota DPRD Bongkar Fakta Ini
"Sejumlah anggota DPRD juga menerima aspirasi dari para konstituennya seperti keluhan terkait akses BPJS Kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan pengelolaan sampah, irigasi, pupuk, serta obat-obatan pertanian dan persoalan lainnya yang menjadi persoalan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno SH, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di wilayah Kecamatan Mundu.
Dalam kegiatan tersebut, tiga persoalan utama menjadi sorotan warga, yakni perbaikan jalan di Perumahan Bestari, pelayanan BPJS Kesehatan, serta ketahanan pangan masyarakat.
Ia menegaskan, infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendasar warga yang akan ia perjuangkan melalui pembahasan di DPRD.
BACA JUGA:Khawatir Ditertibkan oleh Pemprov Jabar, Puluhan PKL Datangi DPRD Kota Cirebon
"Jalan lingkungan adalah akses utama warga untuk beraktivitas. Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait agar perbaikan bisa segera diakomodasi dalam anggaran," kata Cakra.
Selain itu, keluhan warga terkait persoalan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama terkait data kepesertaan dan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Beberapa warga mengaku masih menemui kendala saat melakukan aktivasi maupun perubahan data kepesertaan.
Menanggapi hal itu, Cakra berjanji akan menindaklanjuti masukan masyarakat dengan instansi terkait, agar layanan publik di sektor kesehatan semakin mudah diakses dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Bangli Jadi Sorotan Reses DPRD di Dapil I, Anton Dorong Penanganan Banjir dan Pengelolaan Sampah Mandiri
"Masalah kesehatan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai ada warga yang tidak terlayani hanya karena kendala administrasi," tegasnya.
Sementara itu, dari aspek ketahanan pangan, warga berharap pemerintah daerah terus memperkuat program pemberdayaan petani serta menjaga stabilitas harga bahan pokok.
"Isu persoalan pangan merupakan tantangan serius yang perlu ditangani lintas sektor, mulai dari ketersediaan pupuk, irigasi, hingga akses pasar bagi hasil pertanian lokal.
"Ketahanan pangan harus diperkuat, bukan hanya dari sisi produksi tapi juga distribusi dan kesejahteraan petani,” katanya.
BACA JUGA:Mantan DPRD Bahas Pembangunan Gedung Setda Kota Cirebon: Saya Paling Tidak Suka!
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ia catat dan bawa ke dalam pembahasan program pembangunan daerah, agar manfaat reses benar-benar dirasakan masyarakat.
"Reses bukan hanya seremonial, tapi ruang bagi wakil rakyat mendengar langsung persoalan warga dan mencari solusinya bersama," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

