Daya Motor

Angin Kencang Terjang Kuningan, 17 Titik Pohon Tumbang Ganggu Jalan dan Permukiman Warga

Angin Kencang Terjang Kuningan, 17 Titik Pohon Tumbang Ganggu Jalan dan Permukiman Warga

Angin kencang melanda Kuningan menyebabkan pohon tumbang di 17 titik. -BPBD Kuningan-

RADARCIREBON.COMAngin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memicu puluhan kejadian pohon tumbang yang tersebar di berbagai kecamatan. 

Berdasarkan data sementara, sedikitnya terdapat 17 titik pohon tumbang yang dilaporkan terjadi di Kuningan.

Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem. Kondisi paling parah terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dan ruas jalan utama.

Tak hanya merusak fasilitas umum dan rumah warga, sejumlah pohon tumbang juga sempat mengganggu akses jalan, karena dahan dan batang pohon menutup badan jalan. 

BACA JUGA:Debut Sempurna! Garuda Futsal Libas Korea Selatan, Langsung Puncaki Grup A

BACA JUGA:Isu Lingkungan Disorot KDM, MUI Jabar Galang Donasi untuk Korban Longsor

Situasi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan warga serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima 17 laporan pengaduan masyarakat terkait kejadian pohon tumbang akibat angin kencang. 

BACA JUGA:Bupati Indramayu Lucky Hakim Diganjar UHC Awards 2026, Sukses Lakukan Hal Ini

BACA JUGA:LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital

Laporan tersebut berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan padat penduduk dan jalur lalu lintas strategis.

“Petugas di lapangan langsung melakukan pemotongan, pembersihan, dan evakuasi material pohon tumbang agar akses jalan kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu,” ujar Indra dalam keterangannya, Senin (27/1/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait