Sekolah Rakyat Bukti Hadirnya Negara
Sekolah Rakyat bukti hadirnya negara di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.hal ini dikatakan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, disela sela menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Cirebo-Abdullah -Radar Cirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sekolah Rakyat bukti hadirnya negara di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.hal ini dikatakan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, M.Arif Kurniawan, disela sela menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Cirebon, Kamis (12/2/2026).
Menurut Arif Kurniawan, Pendidikan bagi anak-anak yang memiliki latar belakang ekonomi sulit tidak bisa hanya diselesaikan di ruang kelas.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah progresif dengan tidak hanya memberikan kurikulum akademis, tetapi juga perlindungan sosial yang melekat melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 yang berlokasi di SMPN 18 Kota Cirebon.
Pemkot Cirebon, kata Arif, ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu memiliki rumah kedua yang menjamin masa depan mereka. Program ini menjadi jawaban atas keresahan mengenai anak putus sekolah yang seringkali terbentur masalah non-teknis di luar sekolah.
BACA JUGA: Jalur Sutra Ramadan di Hotel Santika Cirebon, Bukber Rp150 Ribu Berhadiah Umroh
Program ini, kata Arif, mengintegrasikan layanan pendidikan dengan dukungan sosial agar anak-anak didik tidak hanya secara akademis cerdas, namun juga terlindungi secara sosial.
“Kami ingin mereka merasa aman saat belajar karena kebutuhan dasar dan perlindungannya sudah diperhatikan oleh sistem,” kata Arif
Arif tidak menjelaskan bahwa perjalanan SRT masih menemui banyak tantangan di lapangan. Ia berharap kunjungan pusat legislatif ini bisa membawa angin segar bagi program keinginannya, terutama terkait pembenahan sarana prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelolanya.
Langkah ini, kata Arif, menjadi bukti bahwa kami tidak hanya sekedar mencetak lulusan yang pintar di atas kertas, melainkan membangun generasi yang tangguh karena didukung oleh sistem sosial yang sehat dan inklusif.
BACA JUGA: KPK Serahkan 18 Aset Rampasan Korupsi Rp23,3 Miliar ke Pemprov Jabar, Ini Rencana Pemanfaatannya
Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial RI, Aprizon Tanjung, memberikan apresiasi atas jalannya SRT di Kota Cirebon yang sudah memasuki bulan kedelapan. Menurut Aprizon, konsistensi Kota Cirebon menjadi catatan penting bagi kebijakan nasional ke depan.
Aprizon mengungkapkan bahwa Presiden memberikan Arahan agar setiap Kabupaten/Kota memiliki satu Sekolah Rakyat yang permanen.
“Targetnya, satu Sekolah Rakyat suatu saat akan merekrut 1.080 orang, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA secara bertahap. Di sini sudah ada SD dan SMP, maka tahun ajaran baru nanti harapannya jenjang SMA sudah mulai tersedia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kemensos saat ini sedang menggodok skema pelaksanaan untuk tahun ajaran 2026-2027 bersama pihak terkait, termasuk Ombudsman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

