Daya Motor

Menu MBG Ramadan 1447 H Wajib Berbasis Pangan Lokal, Hindari Makanan Instan

Menu MBG Ramadan 1447 H Wajib Berbasis Pangan Lokal, Hindari Makanan Instan

Para pekerja dapur MBG menyiapkan makan bergizi gratis untuk para pelajar.-Dok. Radar Cirebon -

JAKARTA, RADARCIREBON.COMBadan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih inovatif dalam mengolah pangan lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah.

Penekanan ini dilakukan agar penyajian makanan tidak bergantung pada produk ultra-processed food (UPF) atau makanan olahan pabrikan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menegaskan, kreativitas berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam menjaga kualitas gizi sekaligus keamanan pangan selama bulan puasa.

BACA JUGA:Wabup Kuningan Dorong Kopdes dan Bumdes Dilibatkan dalam Program MBG, Begini Tujuannya

BACA JUGA:Perdana, 1.501 Paket MBG Dibagikan di SMPN 1 Kota Cirebon untuk Siswa dan Guru

“SPPG bisa membuat menu-menu kreatif berbasis pangan lokal untuk mencegah penyajian UPF dalam MBG selama Ramadan,” ujar Dadan di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) BGN Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pelaksanaan Program MBG selama Ramadan hingga cuti bersama Idulfitri 1447 H.

Dalam aturan tersebut, penerima manfaat akan mendapatkan MBG dalam bentuk paket kemasan sehat.

Menu yang disajikan dilarang menggunakan UPF yang umumnya mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan perasa buatan agar makanan lebih tahan lama dan praktis.

BGN juga mengingatkan agar menu tidak berupa makanan yang cepat basi, terlalu pedas, atau berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan.

Sebagai alternatif, BGN merekomendasikan menu kemasan seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta makanan khas lokal lainnya. Kurma juga dapat ditambahkan sebagai opsi pelengkap menu Ramadan.

BACA JUGA:Satu Lagi SPPG di Indramayu Siap Beroperasi, Bakal Layani 3.000 Penerima MBG

BACA JUGA:MBG Serap 700 Ribu Tenaga Kerja, di Cirebon SPPG Kemantren Jadi Contoh Pengawasan

Namun, seluruh menu tetap harus memenuhi standar keamanan pangan, mutu makanan, dan kecukupan gizi sesuai kelompok usia penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait