Gorong-gorong Jembatan Cibungkan Ambles, Akses Warga Lumpuh Total
AMBLES: Akibat amblesnya struktur tanah, jalan penghubung Ciawigebang-Cihaur itu tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.-Istimewa-radarcirebon
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM –Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Kamis (26/2) sore, memicu terjadinya bencana tanah ambles atau sinkhole di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang.
Akibatnya, akses jalan kabupaten penghubung Ciawigebang-Cihaur terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah hujan turun dengan intensitas lama. Kondisi struktur jalan dan jembatan yang sudah labil diduga tergerus aliran air, sehingga menyebabkan gorong-gorong di Jembatan Cibungkan amblas.
"Jenis bencana ini termasuk tanah ambles atau sinkhole, di mana tanah tiba-tiba runtuh akibat terkikis air dan kondisi struktur bawah yang tidak stabil,” jelasnya, Jumat (27/2).
BACA JUGA:Pesantren Al Hikmah Gelar Diklatsar BSMR
Dalam laporan kaji cepat BPBD, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun dampak kerusakan cukup signifikan.
Gorong-gorong yang ambles memiliki diameter sekitar 6 meter dengan panjang 4 meter dan tinggi 4 meter. Selain itu, badan jalan kabupaten yang berada di atasnya ikut tergerus dengan ukuran panjang sekitar 3 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman mencapai 4 meter.
Akibat amblesnya struktur tersebut, jalan penghubung utama antarwilayah itu tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Merespons kejadian itu, aparat desa langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Tim assessment BPBD pun diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.
BACA JUGA:Kuwu Gombang Ungkap Fakta Administrasi Vina sebelum Diduga Jadi Korban TPPO di China
Sementara aparat desa bersama masyarakat setempat bergotong royong memasang rambu-rambu peringatan dan menutup sementara akses jalan, khususnya untuk kendaraan roda empat, guna mencegah risiko kecelakaan.
Saat ini, akses jalan utama masih belum dapat dilalui. Untuk sementara, masyarakat yang hendak menuju Cihaur atau Ciawigebang diarahkan melalui jalur alternatif Dusun Babakan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang.
BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan gorong-gorong sekaligus konstruksi jembatan agar akses vital tersebut dapat segera difungsikan kembali.
"Perbaikan permanen sangat dibutuhkan, agar konektivitas warga tidak terganggu terlalu lama,” sebutnya. (ags)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

