Daya Motor

Pasca Lebaran, Disdukcapil Kota Cirebon Tetap WFO Demi Pelayanan Maksimal

Pasca Lebaran, Disdukcapil Kota Cirebon Tetap WFO Demi Pelayanan Maksimal

Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan memastikan pelayanan kependudukan tetap berjalan optimal pasca lebaran.-Abdullah -RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon dipastikan tetap berjalan normal.

Pasalnya, Disdukcapil Kota Cirebon tetap menerapkan sistem kerja penuh di kantor atau Work From Office (WFO) 100 persen.

Kebijakan ini diambil meski pemerintah sebelumnya memberikan kelonggaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan Work From Home (WFH) usai libur Lebaran. 

BACA JUGA:WFH Diterapkan, WFO Tetap Berjalan Normal

Namun, demi menjaga kualitas pelayanan publik, Disdukcapil Kota Cirebon memilih tetap mengoptimalkan layanan tatap muka.

Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan, seluruh pegawai tetap menjalankan tugas seperti biasa untuk memastikan kebutuhan masyarakat terkait dokumen kependudukan dapat terpenuhi secara cepat dan efisien.

“Pelayanan tetap kami jalankan secara penuh. Tidak ada WFH, semua pegawai hadir untuk melayani masyarakat secara langsung,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemohon pasca-libur panjang, pihaknya telah menerapkan sistem pembatasan kuota antrean harian. 

Sebanyak 100 kuota disediakan di kantor utama Disdukcapil, sementara 20 kuota lainnya dialokasikan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cirebon.

BACA JUGA:WFH ASN Kabupaten Cirebon Berlaku Setiap Jumat, Pelayanan Publik Tetap Normal

Langkah ini terbukti efektif. Hingga saat ini, Disdukcapil Kota Cirebon mencatat tidak ada keluhan dari masyarakat atau zero complaint. 

Meski demikian, evaluasi terus dilakukan, termasuk rencana penambahan kuota layanan di MPP guna mengakomodasi meningkatnya kebutuhan warga.

Tak hanya fokus pada pelayanan, Disdukcapil juga menerapkan kebijakan efisiensi energi di lingkungan kerja. 

Seluruh pegawai, termasuk petugas keamanan, diminta untuk mengawasi penggunaan listrik seperti lampu dan pendingin ruangan agar tetap hemat dan terkontrol.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait