Akses Sedong Kidul–Karangwuni Lumpuh, Ratusan Warga Terisolasi
Akses Sedong Kidul–Karangwuni Lumpuh, Ratusan Warga Terisolasi-ist-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Senin malam (18/5), memicu banjir dan longsor di Dusun Nagrak, Desa Sedong Kidul. Dampaknya cukup parah. Jalan penghubung utama menuju Desa Karangwuni amblas dan putus total.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah debit Sungai Cijurai meningkat drastis. Air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai satu meter. Dalam waktu singkat, arus deras menggerus badan jalan hingga terputus sepanjang sekitar 40 meter.
Akibatnya, akses kendaraan dari Sedong Kidul menuju Karangwuni tidak bisa dilalui sama sekali. Warga di Blok Lojikaum pun terisolasi karena jalur utama lumpuh total.
Sekretaris Desa Karangwuni, Feby Apriyadi, mengatakan banjir datang sangat cepat saat sebagian warga tengah beraktivitas di rumah.
BACA JUGA:Komplotan Maling Emas di Majalengka Terbongkar, Modus Petugas Kesehatan Palsu Incar Lansia
“Air naiknya cepat sekali. Tidak lama setelah hujan deras, permukiman langsung tergenang. Jalan penghubung juga ikut longsor,” ujarnya saat berada di lokasi bencana, Selasa (19/5).
Data sementara pemerintah desa mencatat sedikitnya empat rumah warga terdampak kerusakan akibat banjir dan longsor. Dua rumah mengalami kerusakan berat, masing-masing milik Barkah dan Ono. Sementara rumah milik Arweti dan Beno mengalami kerusakan ringan.
Tidak hanya permukiman warga, bencana juga memutus jalur vital penghubung masyarakat menuju wilayah Nagrak, Lojikaum hingga Kalimati arah Kabupaten Kuningan. Aktivitas warga pun terganggu. Mulai dari anak sekolah, pekerja harian, hingga distribusi kebutuhan pokok ikut terdampak.
Tercatat sebanyak 147 kepala keluarga atau sekitar 387 jiwa terdampak langsung akibat bencana tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
BACA JUGA:Darurat Narkoba! Polisi Bongkar 6 Kasus di Majalengka, Ibu Rumah Tangga Jadi Produsen
Pemerintah Desa Karangwuni bersama Pemerintah Desa Sedong Kidul telah melakukan peninjauan ke lokasi sejak Selasa pagi (19/5). Sejumlah langkah darurat mulai dilakukan, seperti pendataan warga terdampak, evakuasi barang-barang milik warga, hingga pembersihan material lumpur yang menutup area permukiman.
Selain itu, dokumentasi kerusakan juga dilakukan sebagai bahan pengajuan bantuan ke pemerintah daerah.
Feby mengingatkan warga agar tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar titik longsor. Pasalnya, kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun.
“Hingga sekarang kondisi tanah masih rawan bergerak. Warga diminta tetap waspada,” katanya.
BACA JUGA:50 SMA Negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jabar 2026, Cirebon Urutan Berapa?
Sementara itu, hingga Selasa siang alat berat belum terlihat diterjunkan ke lokasi. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat agar akses jalan bisa kembali dibuka dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.(den)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

