Daya Motor

Angka Kematian Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Virus Hanta

Angka Kematian Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Virus Hanta

Dr dr Catur Setiya Sulistiana MMed Ed MMRS-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Hanta (Hantavirus). Meski belum seheboh pandemi Covid-19, virus yang ditularkan melalui hewan pengerat ini perlu diwaspadai karena memiliki tingkat fatalitas atau angka kematian yang cukup tinggi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr dr Catur Setiya Sulistiana MMed Ed MMRS menjelaskan bahwa Virus Hanta awalnya ditemukan di wilayah Korea, tepatnya di sekitar Sungai Hantan.

Saat ini, kasus penyebaran virus tersebut kembali menjadi sorotan.

​"Penularannya itu melalui hewan pengerat atau tikus. Artinya, sebetulnya ini hanya penularan dari tikus ke manusia, tidak bisa menular dari manusia ke manusia," ujar Catur.

BACA JUGA:Sidang Gedung Setda Kota Cirebon: Dani Mardani Tak Jadi Dipanggil, Simak Kesaksian Ahli

​Meskipun tidak menular antarmanusia, Catur menekankan bahwa angka kematian akibat virus ini tergolong tinggi, sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Di Indonesia sendiri, laporan mengenai kasus ini sudah cukup banyak muncul di media massa.

Sebagai langkah antisipasi, Catur mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, terutama meminimalkan interaksi atau kontak dengan tikus di sekitar tempat tinggal.

​Terkait gejala klinis, Catur mengungkapkan bahwa Virus Hanta sering kali menunjukkan gejala yang tidak khas dan mirip dengan penyakit umum lainnya.

​"Gejalanya itu seperti panas (demam), pusing, kemudian ada batuk. Kadang-kadang itu tersamakan dengan penyakit yang lain," jelasnya.

BACA JUGA:Hari Kebangkitan Nasional 2026, Sekda Kota Cirebon Soroti Kedaulatan Digital dan Perlindungan Anak

​Untuk menegakkan diagnosis secara pasti, menurut Catur, selain melihat gejala klinis yang dialami pasien, diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Diagnosis akurat dapat dilakukan melalui tes serologi maupun pemeriksaan berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

​Pemerintah diharapkan terus bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus, sementara masyarakat diminta tidak panik namun tetap konsisten menjaga kebersihan rumah agar terhindar dari sarang tikus.

​ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyebaran virus Hanta (Hantavirus). Langkah preventif dan menjaga daya tahan tubuh dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penularan virus yang bersumber dari hewan pengerat tersebut.

Catur mengakui bahwa FK UGJ  belum menggelar sosialisasi ataupun edukasi  khusus secara resmi kepada masyarakat luas,  karena hal ini terbilang sebagai isu yang baru berkembang. Kendati demikian, materi edukasi mengenai karakteristik virus ini sudah mulai disisipkan dalam kegiatan perkuliahan bagi para mahasiswa.

BACA JUGA:Cicilan KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Simak Tabel Angsuran 1-5 Tahun dan Syarat Pengajuannya

​"Jujur kami belum mensosialisasikannya secara resmi karena memang ini adalah hal baru. Tetapi tentunya di perkuliahan atau mata kuliah yang terkait dengan virus ini, tentu sudah kami sampaikan informasinya kepada mahasiswa," tandasnya.

​Lebih lanjut, dr. Catur menekankan bahwa penularan virus Hanta sangat erat kaitannya dengan keberadaan hewan pengerat seperti tikus. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar merupakan langkah awal yang paling krusial.

​"Harapan saya tentunya kita harus preventif. Kalau sumber penularannya adalah hewan pengerat seperti tikus, tentunya kita harus bisa menjaga kebersihan, karena saya yakin rumah yang bersih insyaallah tidak akan ada tikusnya," tuturnya.

​Selain faktor kebersihan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terpapar infeksi.

BACA JUGA:Jay Idzes Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Kondisi Cedera Masih Dipantau Jelang FIFA Matchday Juni 2026

​"Berikutnya adalah bagaimana kita meningkatkan daya tahan tubuh. Karena virus itu, apabila daya tahan tubuh kita baik, insyaallah tidak akan mengakibatkan sakit," tambahnya.

Catur meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala klinis yang mengarah pada penurunan fungsi tubuh. Jika mengalami keluhan kesehatan, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait