Program ABDES Unma Jadi Wadah Mahasiswa Belajar Tata Kelola Desa dan Pengabdian Masyarakat
Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik (HMPS AP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Majalengka (Unma) mengadakan pengabdian kepada masyarakat melalui program ABDES (Abdi Desa) Vol.6 di Desa Teja, kecamatan Rajagaluh, K-Ono Cahyono-RADARCIREBON.COM
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik (HMPS AP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Majalengka (Unma) mengadakan pengabdian kepada masyarakat melalui program ABDES (Abdi Desa) Vol.6.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka itu melibatkan sebanyak 36 pengurus HMPS Administrasi Publik.
Program tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung mengenai tata kelola pemerintahan desa dan dinamika kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:Jawa Barat Punya Potensi Agribisnis, Guru Besar Unma Soroti 8 Isu Strategis
ABDES Vol.6 tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, aparatur desa, lembaga desa, hingga berbagai instansi pemerintah yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan potensi desa.
Ketua Umum HMPS Administrasi Publik Unma, Rafi Maulana menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menyinergikan teori administrasi publik yang dipelajari mahasiswa dengan pengalaman nyata yang dimiliki perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki pemahaman akademis mengenai administrasi dan tata kelola pemerintahan, sementara aparatur desa memahami praktik dan implementasi di lapangan.
Kedua hal tersebut perlu dipadukan agar menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.
"Mahasiswa Administrasi Publik memahami teori, sedangkan perangkat desa memahami praktik administrasi secara langsung. Melalui kegiatan ini keduanya bisa saling belajar dan melengkapi," ujar Rafi, Jumat 19 Juni 2026.
BACA JUGA:BEM FEST 2026 UNMA Majalengka Jadi Ruang Kreativitas dan Kolaborasi Anak Muda
Dalam pelaksanaannya, HMPS AP Unma juga menggandeng sejumlah pemangku kepentingan atau stakeholder untuk memperkuat sinergi pembangunan desa.
Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Perhutani, Dinas Pendidikan (Disdik), serta Dinas Kesehatan (Dinkes).
Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai upaya menjembatani komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dengan berbagai instansi yang berpotensi mendukung pengembangan Desa Teja.
Rafi menilai Desa Teja memiliki sejumlah potensi yang layak dikembangkan, terutama pada sektor wisata dan pelestarian lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

