Daya Motor

Lepas 291 Peserta KKN, Rektor UNU Cirebon Tekankan Kolaborasi Desa

Lepas 291 Peserta KKN, Rektor UNU Cirebon Tekankan Kolaborasi Desa

Pembekalan KKN Tahun Akademik 2026 di Kampus UNU Cirebon, Rabu (22/7/2026).-Ade Gustiana-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sebanyak 291 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dari 15 program studi di 7 fakultas resmi mengikuti Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026. Kegiatan terpusat di Kampus UNU Cirebon selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/7/2026).

Tahun ini, KKN mengusung tema mahasiswa Bergerak, Desa Bertransformasi: Mewujudkan SDGs Desa Berbasis Potensi Lokal dan Kolaborasi Lintas Sektor. Pelaksanaan pengabdian berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung mulai 5 Agustus hingga 5 September 2026.

Rektor UNU Cirebon, Prof Dr H Farihin Nur MPd menegaskan, KKN merupakan momentum krusial menguji pemahaman teori yang didapat mahasiswa selama enam semester di bangku kuliah. Namun, ia mewanti-wanti agar mahasiswa tidak menempatkan diri lebih tinggi dari warga setempat.

"Jangan ada satu pun peserta KKN UNU Cirebon yang mengajari masyarakat. Kalian justru belajar dari masyarakat. Kalian menerima berbagai pengetahuan dari warga sebagai tambahan wawasan," ujar Prof Farihin saat menyampaikan sambutan, Rabu (22/7/2026).

BACA JUGA:Ketua PWNU Jawa Barat Sebut Jenderal Karyoto Layak Jadi Kapolri, Simak Alasannya

Ia menambahkan, orientasi KKN tahun ini difokuskan pada dua sisi: mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa hadir menyerap kearifan lokal sekaligus menawarkan gagasan konkret atas persoalan riil di desa. Mulai dari tata kelola sampah, problem sosial, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Guna memperkuat kapasitas peserta, kampus menghadirkan narasumber lintas sektor selama masa pembekalan.

Salah satunya praktisi kesehatan untuk penanganan isu strategis seperti stunting dan gizi buruk. Selain itu, perwakilan Dinas Kominfo turut diboyong untuk memperkuat literasi digital serta pola penyelesaian masalah berbasis data di tingkat desa.

Berdasarkan lembaran data teknis pelaksanaan KKN 2026, skema penempatan mahasiswa terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, KKN Reguler dengan model Desa Stay yang difokuskan di tiga wilayah Ciayumajakuning, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. Setiap desa dialokasikan 10 hingga 15 mahasiswa.

BACA JUGA:Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Dapat Keuntungan Besar Jelang Piala AFF 2026

Kedua, KKN Tematik berbasis daring dengan cakupan lokasi yang lebih luas. Penempatan daring ini menjangkau pelbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan meluas ke mancanegara, meliputi Inggris dan Taiwan.

Secara demografi peserta, program pengabdian ini didominasi mahasiswa semester 4 dan semester 6. Sebaran peserta berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 59 mahasiswa, Fakultas Ekonomi (FE) 13 mahasiswa, Fakultas Hukum (FH) 34 mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) 38 mahasiswa.

Kontribusi terbanyak datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 144 mahasiswa. Sementara Fakultas Pertanian (FP) menyumbang 1 mahasiswa dan Fakultas Teknik Kelautan dan Perikanan (FTKP) sebanyak 2 mahasiswa.

Prof Farihin berharap seluruh rangkaian KKN berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun sosial di lapangan. "Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan melahirkan dampak nyata bagi transformasi desa," pungkasnya. (ade)

BACA JUGA:Karhutla Gunung Ciremai 2026 Hanguskan 14,9 Hektare, Area Reboisasi Ikut Terancam

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait