Daya Motor

Festival Jalur Rempah, Bukti Nyata Lestarikan Warisan Leluhur

Festival Jalur Rempah, Bukti Nyata Lestarikan Warisan Leluhur

Wakil Walikota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati dalam kegiatan Kalur rempah periode ketiga ini bagian dari Upaya melestarikan tradisi serta mengangkat potensi Jalur Rempah pada Selasa, (28/7/2026) di Keraton Kacirebonan.-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM — Pelatihan dan edukasi mengenai minuman tradisional herbal kembali digelar.

Acara bertajuk  Festival Jalur Rempah periode ketiga ini diikuti Sebanyak 75 peserta dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) antusias mengikuti kegiatan Workshop Jamu yang diselenggarakan pada Selasa, (28/7/2026) di Keraton Kacirebonan.

Wakil Walikota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati mengatakan, kegiatan Kalur rempah periode ketiga ini bagian dari Upaya melestarikan tradisi serta mengangkat potensi Jalur Rempah di Kota Cirebon terus digalakkan. Melalui kolaborasi antara tokoh masyarakat dan pengurus Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kota Cirebon, menggelar acara bertajuk "Cirebon Cultural Wellness: Workshop Jamu Tradisional untuk Perawatan dan Pengantin".

“Acara ini penuh energy,  ini perlu diapresiasi tinggi oleh para peserta dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para anggota dan pengurus HARPI Kota Cirebon dinilai menjadi motor penggerak penting dalam menyukseskan program yang mengangkat kebudayaan local,” ujarnya.

BACA JUGA:Harga dan Kredit Motor Listrik Polytron Fox 350 Terbaru, Desain Futuristis Cicilan Mulai Rp1 Jutaan

Wawali menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya silaturahmi dan kegiatan budaya ini. Ia menekankan pentingnya mengingat kembali warisan leluhur terkait perawatan tubuh secara menyeluruh baik dari luar maupun dalam, khususnya bagi para calon pengantin.

"Leluhur kita mengajarkan perawatan yang luar biasa, mulai dari puasa atau saum mutih selama puluhan hari untuk kesehatan lahir batin, hingga perawatan dari luar seperti luluran dan perawatan wajah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tradisi perawatan jamu tradisional, seperti produk Mustika Ratu, menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran dan kecantikan dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin. Saat ini produk-produk perawatan tradisional tersebut juga telah dipasarkan di berbagai ritel modern dan supermarket di wilayah Cirebon.

Melalui workshop ini, wanita yang akrab disapa Rida, berharap tradisi perawatan pengantin berbasis rempah nusantara dapat terus dilestarikan oleh generasi muda serta makin memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu titik penting dalam peta kebudayaan dan Jalur Rempah Indonesia.

BACA JUGA:Niat Menepi Berujung Petaka, Truk Tersangkut Dahan hingga Pohon Raksasa Tumbang di Jalur Pantura Cirebon

Panitia Penyelenggara, Asyfatul Munawaroh menjelaskan, Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret untuk melestarikan jamu sebagai salah satu warisan leluhur bangsa Indonesia. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, jamu dipandang sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan tubuh jika diracik dengan tepat.

Melalui workshop ini, kata Munawaroh, para peserta diajak untuk belajar bersama mengenai teknik dan tata cara meracik jamu yang baik dan benar, sehingga manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah memfasilitasi kegiatan ini, seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras  mendukung terselenggaranya acara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ilmu dan keterampilan meracik jamu yang diperoleh para peserta dapat membawa manfaat luas bagi kesehatan masyarakat secara alami.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait