Daya Motor

Produktivitas Padi Kanci Cirebon Capai 10 Ton, Tapi Petani Masih Hadapi Kendala Air

Produktivitas Padi Kanci Cirebon Capai 10 Ton, Tapi Petani Masih Hadapi Kendala Air

Panen Raya MT II di Blok Sibakung, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin 3 Juli 2026.-ist-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Panen Raya Musim Tanam (MT) II di Blok Sibakung, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, membawa kabar positif bagi sektor pertanian daerah.

Dari lahan persawahan seluas sekitar 30 hektare, produktivitas padi tercatat mencapai 8 hingga 10 ton gabah per hektare.

Capaian tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

BACA JUGA:Petani Ligung Terancam Gagal Panen, Bupati Majalengka Turun Tangan Desak BBWS Bergerak Cepat

Panen raya yang berlangsung pada Senin 3 Agustus 2026 itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Deny Nurcahya, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta para petani setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Deny Nurcahya mengatakan, hasil panen di Desa Kanci menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian yang dilakukan secara tepat dapat menghasilkan produktivitas tinggi.

"Produktivitas di Desa Kanci sangat baik, mencapai 8 sampai 10 ton per hektare. Ini bisa menjadi contoh bagi petani di daerah lain dalam menerapkan budidaya pertanian yang efektif," ujar Deny.

Menurutnya, tingginya hasil panen tidak semata-mata ditentukan oleh penggunaan benih unggul. Ada sejumlah faktor lain yang turut menentukan keberhasilan budidaya padi.

Pengolahan lahan, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, hingga pengendalian gulma menjadi bagian penting yang harus diperhatikan petani sejak awal musim tanam.

"Keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh benih, tetapi juga pengelolaan lahan dan pemupukan yang optimal," katanya.

BACA JUGA:Shio Paling Hoki Hari Ini Bawa Kejutan Besar, 6 Shio Ini Berpotensi Panen Keberuntungan

Di balik hasil panen yang menggembirakan, petani Desa Kanci masih menghadapi persoalan klasik, yakni ketersediaan air.

Kebutuhan air menjadi perhatian utama karena petani harus mempersiapkan musim tanam berikutnya, terutama untuk menghadapi Musim Tanam III (MT III).

Berdasarkan dialog bersama kelompok tani, ketersediaan sumber air tambahan dinilai sangat mendesak agar kegiatan pertanian tetap berjalan dan produktivitas dapat dipertahankan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait