Mesin Cacah Menderu di Blok Barat, Babakan Pasok 2 Ton Biji Plastik Saban Hari
Hasil olahan biji plastik yang akan didaur ulang menjadi kebutuhan rumah tangga seperti ember, lemari dan sebagainya.-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Di tengah ancaman lautan sampah akibat tingginya aktivitas 16.600 jiwa warga dan santri di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, geliat ekonomi sirkular justru tumbuh dari kawasan padat ini. Salah satu simpul kekuatan utamanya berada di Blok Barat Desa Babakan, tempat industri daur ulang sampah plastik keras beroperasi saban hari.
Di Blok Barat, fokus kegiatan ditujukan khusus pada pengelolaan limbah plastik berkategori keras, seperti botol bekas minuman, jeriken, hingga berbagai kemasan plastik tebal. Limbah-limbah yang biasanya menjadi pemicu utama penyumbatan saluran udara dan penguatan TPS liar ini dikumpulkan dari berbagai sudut desa.
Mesin pencacah berkapasitas besar menderu saban hari di tempat ini. Kapasitas pengolahannya tidak main-main. Dalam sehari, mesin penggiling di Blok Barat mampu mencacah hingga dua ton sampah plastik keras.
Hasil cacahan plastik tersebut tidak menumpuk, melainkan langsung diproses lanjut menjadi biji plastik mentah. Biji plastik ini menjadi komoditas yang dicari oleh pabrik-pabrik makanan industri manufaktur.
BACA JUGA: Puncak Karir Jabat Sekda - Pj Walikota, Agus Mulyadi Pensiun sebagai Staf Pelaksana
Dari Babakan, biji plastik dikirim ke pabrik makanan untuk disulap kembali menjadi perabot rumah tangga bernilai guna tinggi, seperti ember, gayung, baskom, dan peralatan plastik lainnya.
Aktivitas pencacahan hingga dua ton plastik per hari ini sekaligus membuktikan bahwa sampah anorganik jika dikelola secara profesional mampu menciptakan rantai pasok (supply chain) industri yang kokoh di tingkat tapak.
Dari sisi keuangan, seluruh transaksi hasil penjualan biji plastik ini dikelola secara independen dan transparan oleh tim pengelola di Blok Barat.
Keuntungan bisnis dari penjualan biji plastik digunakan sepenuhnya untuk menutupi biaya operasional mesin penggiling, pembayaran listrik industri, alat perawatan, serta pembayaran upah para pekerja lokal yang menggantungkan hidupnya di fasilitas tersebut. (ade)
BACA JUGA: Rumah Ancam 45, Warga Sukagumiwang Indramayu Mendesak Penanganan Permanen Longsor Sungai Cimanuk
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


