Siapkan Program Kuliah Sambil Kerja ke Luar Negeri, IPB Cirebon Kunjungi BP3MI Jabar
JaJaki laYanan MiGRan kaMPUs: Rektor iPB Cirebon, Dr Mahfud Msi Mkom (kanan) saat berkunjung ke BP3Mi Jawa Barat, beberapa waktu lalu.-IPB Cirebon-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon terus memperkuat persiapan program kuliah sambil bekerja di luar negeri. Jepang menjadi negara tujuan awal yang tengah dipersiapkan kampus melalui integrasi pendidikan, pelatihan bahasa, keterampilan kerja, hingga pendampingan calon pekerja migran.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan dan audiensi IPB Cirebon ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.
Pertemuan itu membahas regulasi, mekanisme penempatan, peningkatan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta pengembangan layanan informasi dan pendampingan bagi calon pekerja migran.
Wakil Rektor Bidang Akademik IPB Cirebon, Dr. Metta Mariam, S.Kom., M.Pd., mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program yang disiapkan kampus berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
BACA JUGA:Viral Challenge Hafalan Surat Ad-Dhuha Demi Miras Newport, MC Beri Klarifikasi, MUI Tegas Menyikapi
“Kami ingin memastikan bahwa program kuliah sambil bekerja di luar negeri yang sedang kami persiapkan tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai prosedur, kompetensi, perlindungan, dan jalur penempatan yang legal,” ujarnya.
Menurut Metta, IPB Cirebon tidak ingin program tersebut hanya berorientasi pada pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Kampus juga menyiapkan ekosistem pendidikan dan layanan migrasi yang mencakup pemberian informasi, peningkatan kompetensi, pelatihan bahasa dan keterampilan, persiapan keberangkatan, hingga pendampingan selama berada di negara tujuan.
“Karena itu, kami mendapatkan arahan yang sangat penting dari BP3MI mengenai perlunya membangun layanan yang dapat menjadi pusat informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kesempatan pendidikan maupun bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur,” jelasnya.
Layanan tersebut nantinya diproyeksikan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa IPB Cirebon. Kampus juga membuka peluang agar layanan informasi tersebut dapat diakses calon mahasiswa, alumni, serta masyarakat di wilayah Ciayumajakuning dan sekitarnya.
Terutama bagi lulusan SMA, SMK, dan MA yang membutuhkan informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, persyaratan kompetensi, kemampuan bahasa, prosedur penempatan, hingga aspek pelindungan pekerja migran.
BACA JUGA:Viral Challenge Hafalan Surat Ad-Dhuha Demi Miras Newport, MC Beri Klarifikasi, MUI Tegas Menyikapi
Untuk tahap awal, Jepang dipilih sebagai negara tujuan. Persiapan tersebut didukung keberadaan Program Studi Sastra Jepang serta LPK Prima Nosalindo dalam ekosistem Yayasan Prima Bangsa.
Mahasiswa nantinya akan mendapatkan pembekalan bahasa Jepang dan keterampilan kerja sesuai bidang yang dibutuhkan sebelum mengikuti proses seleksi dan penempatan melalui mekanisme resmi.
Selain Jepang, IPB Cirebon juga mulai mengembangkan konsep program untuk membuka peluang pendidikan dan pengalaman kerja di negara lain. Keberadaan Program Studi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris menjadi salah satu modal akademik untuk menyiapkan mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris dan kompetensi global.
Program tersebut diarahkan menjadi Integrated International Study and Work Program, yakni integrasi pendidikan tinggi dengan penguatan kompetensi bahasa, pelatihan keterampilan, pengalaman kerja internasional, serta pembelajaran berkelanjutan melalui sistem digital.
BACA JUGA:Pemkot Cirebon Siapkan Anggaran Pilkada 2029 Bertahap Selama 3 Tahun
Rektor IPB Cirebon, Dr. Mahfud, M.Si., M.Kom., menegaskan, pengembangan program tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada gelar, tetapi juga memberikan akses terhadap pengalaman dan peluang global.
IPB Cirebon juga akan terus berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, termasuk BP3MI dan kementerian yang membidangi pelindungan PMI. Selain itu, kampus akan membangun kemitraan dengan lembaga pelatihan, perusahaan penempatan yang memiliki izin, perguruan tinggi, serta mitra industri di negara tujuan.
Melalui program tersebut, IPB Cirebon berharap dapat membangun ekosistem pendidikan dan informasi kerja internasional di lingkungan kampus sekaligus membantu menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, siap bersaing secara global, serta memahami pentingnya bekerja melalui jalur resmi dan terlindungi. (awr/opl)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


