Belajar Bertani Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unma Ajari Siswa SD Budidaya Cabai
Mahasiswa KKN-T Unma mengajak siswa SD Negeri Jatitujuh 1 dan 3 menanam cabai lahan sekolah.-Ono Cahyono-RADARCIREBON.COM
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Belajar pertanian tidak harus selalu dilakukan di lahan luas.
Hal itu dibuktikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka (Unma) yang mengajak siswa sekolah dasar belajar menanam cabai di lingkungan sekolah.
Program budidaya cabai tersebut dilaksanakan di SD Negeri Jatitujuh 1 dan SD Negeri Jatitujuh 3, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
BACA JUGA:Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN Unma Bantu Urus Legalitas dan Pemasaran Digital
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN-T untuk memberikan edukasi pertanian sederhana kepada siswa sejak usia dini.
Tidak sekadar memberikan teori, mahasiswa mengajak siswa terlibat langsung dalam proses budidaya. Mulai dari menyiapkan media tanam, memindahkan bibit, menanam, hingga melakukan penyiraman awal.
Melalui cara tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengenal tanaman cabai secara teori, tetapi juga memahami bagaimana sebuah tanaman harus dirawat agar dapat tumbuh dengan baik.
Siswa SD Dikenalkan Cara Dasar Menanam Cabai
Kegiatan budidaya cabai melibatkan siswa kelas I hingga kelas VI. Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN-T memberikan penjelasan mengenai manfaat tanaman cabai, pemanfaatan lahan yang tersedia di sekolah, serta tahapan dasar penanaman dan perawatan.
Di SDN Jatitujuh 1, seluruh siswa terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan sekolah. Mahasiswa KKN-T kemudian memperagakan cara membuat media tanam yang dapat digunakan untuk menanam bibit cabai.
Media tersebut dibuat dengan mencampurkan tanah subur, kompos dari kotoran domba, dan sekam padi.
BACA JUGA:KKN UGM Bangun Energi Terbarukan di Cirebon, Kagama Siapkan Sekretariat Jadi Rumah Kedua Mahasiswa
Ketiga bahan tersebut dikenalkan kepada siswa sebagai komponen media tanam yang dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Para siswa pun melihat langsung proses pencampuran media tanam sebelum digunakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


