Daya Motor

Kemenag Cirebon: Angka Perceraian Rendah, Tapi Pernikahan Juga Menurun

Kemenag Cirebon: Angka Perceraian Rendah, Tapi Pernikahan Juga Menurun

Kemenag Cirebon: Angka Perceraian Rendah, Tapi Pernikahan Juga Menurun-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM — Angka perceraian dan angka  pernikahan di Kota Cirebon rendah, hal ini berdasarkan hasil survey.   disatu sisi kita senang angka erceraian di Kota Cirebon rendah, akan tetapi kita sedih ternyata kota Cirebon angka pernikahan ternyata rendah.

Hal ini dikatakan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cirebon, Riana Anomsari SE disela sela Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pada Calon Pengantin, Selasa (11/8/2026) di Aula Kemenag.

“Disatu sisi kita seang angka perceraian rendah, tapi sisi lain kita sedih karea angka pernikahan juga rendah,” ujar Riana.

Kemenag Kota Cirebon melalui Kantor Urusan Agama (KUA), kata Riana,  terus mengoptimalkan pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) guna menekan angka perceraian dan memperkuat fondasi rumah tangga.

BACA JUGA:Modal Terbatas Bukan Hambatan! Ini 12 Cara Memulai UMKM dari Nol hingga Menghasilkan

Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, tantangan utama dalam pelaksanaan Binwin adalah masih adanya ketidaksinkronan data antara jumlah peserta Binwin dengan pencatatan nikah (Catin).

Riana menyampaikan bahwa peserta yang hadir langsung di KUA baru mencakup sekitar 20 persen dari total Catin. Kendati demikian, sebagian besar Catin lainnya mengikuti program Binwin secara daring mengingat domisili mereka yang beragam di luar kota.

"Binwin sangat penting karena bukan cuma menyatukan dua orang yang saling mencintai, tapi masa depan bangsa ini diawali dari pernikahan itu," ungkapnya

Program Binwin, kata Riana,  tidak hanya memberikan pembekalan pembinaan rumah tangga, tetapi juga pemeriksaan kesehatan bagi pasangan calon pengantin.

BACA JUGA:7 Kesalahan Pelamar Kerja yang Bisa Bikin Gagal Diterima dan Cara Menghindarinya

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan lahirnya keturunan yang sehat secara fisik dan mental demi mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas. Selain itu, Kemenag terus mewaspadai pergeseran pola pikir generasi muda saat ini yang kerap enggan menikah karena pertimbangan beban tanggung jawab atau memilih hubungan tanpa ikatan pernikahan resmi.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Kemenag menggencarkan program inovatif seperti BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) memberikan  Edukasi pranikah bagi pelajar tingkat madrasah/SMA dan BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah) dengan  Pembekalan intensif bagi usia siap nikah di masyarakat.

“sebuah keluarga bersikap ketika dihadapkan pada berbagai ujian kehidupan. Alih-alih saling meninggalkan, anggota keluarga justru saling menggenggam erat dan meneguhkan komitmen untuk menghadapi setiap tantangan bersama-sama, mengingat perjalanan hidup berumah tangga merupakan bagian dari ibadah bersama,” pungkasnya. (abd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait