Dampak El Nino Godzilla, Air Waduk Jatigede Surut
El Nino Godzilla mulai berdampak pada Waduk Jatigede yang mengalami surut muka air karena tampungan yang menurun.-Foto: Dirjen PSDA Kementerian PUPR-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - Fenomena El Nino atau kerap disebut El Nino Godzilla mulai berdampak pada ketersediaan air di Jawa Barat.
Salah satunya terlihat dari penurunan tinggi muka air (TMA) di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Data per 1 Oktober 2026 mencatat TMA Waduk Jatigede berada pada elevasi 237,03 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 22,37 meter dibandingkan elevasi normal yang mencapai 259,40 MDPL.
BACA JUGA:Kasus Curanmor Terungkap, Polsek Kapetakan Lacak Maling Motor Berbekal Sinyal GPS
Berkurangnya pasokan air dari Sungai Cimanuk menjadi penyebab utama penyusutan ini. Hal itu diperparah dengan tingginya kebutuhan air untuk irigasi pertanian serta operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Kendati menyusut, pengelola memastikan kondisi bendungan masih dalam kategori normal.
Fungsi utama waduk sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, dan penyokong irigasi dipastikan tetap berjalan lancar.
Pada elevasi saat ini, Waduk Jatigede tercatat masih memiliki volume tampungan sebesar 299.749.107 meter kubik.
BACA JUGA:Pendapatan Pajak Daerah Kota Cirebon Baru Rp229,67 Miliar hingga Oktober 2026
Sebagai perbandingan, kapasitas total waduk mencapai 980,57 juta meter kubik pada elevasi normal 260,00 MDPL.
Saat ini, bendungan melepas debit air sebesar 54,59 meter kubik per detik untuk kebutuhan wilayah hilir.
Langkah ini krusial untuk menjaga pasokan bagi lahan pertanian di tengah kemarau ekstrem yang menghambat suplai dari hulu.
Pengelolaan sumber daya air terus dilakukan guna menjaga keseimbangan kebutuhan irigasi dan pembangkit listrik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

