Bukan Megathrust, Justru Bahaya Ini yang Mengancam Gempa di Sesar Lembang

Bukan Megathrust, Justru Bahaya Ini yang Mengancam Gempa di Sesar Lembang

Sesar Lembang. Foto:-Tangkapan layar-

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Beberapa hari ini, warga Jawa Barat (Jabar) sedang dihebohkan dengan informasi tentang ancaman gempa besar dari Sesar Lembang.

Bahkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah bersikap. Jika terjadi bencana gempa di Bandung akibat Sesar Lembang, maka ibukota provinsi ini akan dipindahkan ke Cirebon.

Lalu pertanyaannya, seberapa besar ancaman kekuatan gempa bumi yang terjadi akibat Sesar Lembang ini? 

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Siapkan Cirebon Jadi Pusat Pemerintahan Darurat Jika Gempa Sesar Lembang Terjadi

Dunia maya, khususnya media sosial, dibanjiri informasi tentang sesar yang kapan saja bisa mengancam warga Bandung Raya ini. 

Ada yang mengungkapkan, jika ancaman Sesar Lembang bukan persoalan Megathrust.

Namun ini merupakan sesar aktif kerak dangkal atau shallow crustal fault.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh, Ahmad Arif seorang arsitek. Dia mengutip kajian dari Hussain dan kawan-kawan dalam Natural Hazards and Earth System Sciences pada 2023.

Dalam kajian tersebut memperkirakan laju slip Sesar Lembang sekitar 4,7 mm per tahun.

Dengan panjang sesar sekitar 29 km dan asumsi kedalaman seismogenik sekitar 15 km.

BACA JUGA:Strategi KDM Hadapi Ancaman Bencana Sesar Lembang, Cirebon Disebut Terbebas

Sementara itu, akumulasi energi yang tersimpan diperkirakan ekuivalen dengan gempa Magnitudo 6,6–7,0.

Namun menurut Arif, risiko gempa bukan hanya seberapa kuat sumbernya. Risiko gempa itu sama dengan bahaya dikali paparan dan dikali kerentanan.

Maka yang perlu diperhatikan adalah seberapa dekat sumber gempa dengan manusia? Seberapa dangkal sumbernya? 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait