Kemenhaj Pastikan Jemaah Umrah Aman
PENJELASAN. Kepala Kemenhaj Kabupaten Cirebon Mualim Tamim MAg memberikan penjelasan terkait ada tiga PPIU yang diketahui memiliki jemaah umrah di Arab Saudi.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM-Eskalasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah "Arab Saudi" menjadi perhatian pemerintah, termasuk keselamatan jemaah umrah asal Indonesia yang tengah menjalankan ibadah umrah pasca insiden di Bandara Internasional King Khalid Riyadh diserang gerakan Houti Yaman.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim MAg, mengatakan, jumlah travel umrah di Kabupaten Cirebon ada 20. Namun, tercatat ada tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang diketahui memiliki jemaah di Arab Saudi.
Yakni, PT TMB memberangkatkan 52 jemaah. Rombongan tersebut dilaporkan telah take off dari Arab Saudi, namun tidak melalui Riyadh.
Sementara itu, PT Noer Aliya membawa 35 jemaah yang masih menjalankan ibadah di Makkah. Adapun PT Javas memiliki 32 jemaah yang melakukan perjalanan dari Jeddah menuju Makkah.
BACA JUGA:Persib Bandung Gendong Lagi di ACL 2! Ranking Liga Indonesia di Asia Naik Drastis, Salip Oman dan Bahrain
"Dengan demikian, total jemaah dari ketiga travel tersebut mencapai 119 orang," kata Mualim, kepada Radar, Rabu (14/10/2026).
Ia juga mengingatkan keluarga jemaah yang berada di tanah air agar tetap tenang, menjaga komunikasi dengan anggota keluarga yang sedang beribadah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia menyampaikan, jemaah yang sudah berada di tanah suci harus tetap mengikuti arahan penyelenggara perjalanan dan otoritas setempat. "Kami meminta pihak travel untuk terus memantau kondisi jemaah," tegasnya.
Selain itu, lanjut Mualim, di tengah situasi yang berkembang, jemaah umrah di Arab Saudi diimbau memusatkan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah. Perjalanan di luar kepentingan ibadah yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi.
"Jemaah juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi rawan, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memastikan selalu dapat berkomunikasi dengan pihak travel atau penyelenggara," terangnya.
BACA JUGA:Jalan Kalirahayu–Tawangsari Cirebon Diperbaiki, 633 Meter Ditangani Tahun Ini
Menurutnya, kondisi perjalanan juga dapat dipengaruhi kebijakan dan operasional masing-masing maskapai. Karena itu, jemaah perlu memastikan informasi penerbangan langsung kepada penyelenggara perjalanan.
"Kami minta jemaah tetap tenang, tetapi jangan mengabaikan kewaspadaan. Pastikan selalu berkoordinasi dengan pihak travel dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah," ucapnya.
Mualim menghimbau, bagi calon jemaah yang belum berangkat, agar memastikan status keberangkatan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing.
"Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pasti, kami mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan serta tidak mudah mempercayai kabar yang sumbernya tidak jelas. Selain pemerintah," tegasnya.
BACA JUGA:65 Pegawai Masuk Penataan Jabatan Kepala Sekolah Kuningan, Kapan Dilantik?
Artinya, setiap perkembangan keberangkatan harus dikonfirmasi melalui penyelenggara perjalanan dan informasi resmi pemerintah.
"Kami harap seluruh jemaah tetap tenang. Waspada, dan mengutamakan keselamatan," tuturnya.
"Semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh jemaah, melancarkan ibadah mereka, serta memberikan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air," tandasnya.
Perlu diketahui, bahwa pendataan dan perizinan penyelenggara perjalanan umrah merupakan kewenangan di Kanwil dan pusat. Kemenhaj Kabupaten Cirebon juga tidak menangani penyelenggaraan haji khusus.
BACA JUGA:Tukar Jersey dengan Calvin Verdonk, Demiane Agustien Tebar Kode Pilih Indonesia, OTW Naturalisasi?
"Kewenangan kita di daerah itu hanya menyelenggarakan haji dan umrah yang melekat dalam satu agenda tahunan, yakni pada musim haji," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
