JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Romahurmuziy menyatakan, sudah saatnya diberlakukan akreditasi terhadap semua lembaga survei yang hasilnya dipublikasikan ke publik. Menurut dia, publik harus mendapat informasi yang benar tentang hasil survei. Sebab, menjelang Pemilu 2014, makin marak lembaga survei yang menyodorkan beragam hasil survei tentang elektabilitas partai politik. “Perbedaan signifikan terhadap hasil survei yang mengukur elektabilitas akhirnya akan membuat hasil survei itu tidak dipercaya publik. Inilah saatnya diberlakukan akreditasi terhadap semua lembaga survei yang hasilnya diumumkan ke publik,” kata Romahurmuziy di Jakarta, Rabu (17/7). Dalam banyak kasus, lanjut pria yang dikenal dengan sapaan Romi itu, ada lembaga survei yang dipesan pihak-pihak tertentu untuk satu kepentingan politik. Akibatnya, lembaga survei bekerja secara tidak profesional lagi. “Dengan akreditasi, akuntabilitas hasil survei dapat dipertanggungjawabkan, sehingga publikasinya bisa dijadikan edukasi bagi masyarakat. Yang sering, publikasi berbeda-beda dari survei yang dilakukan pada periode dan sampling yang sama menjadikan hasil survei seperti sampah informasi yang memenuhi ruang informasi publik,” tegasnya. Pria yang juga ketua Komisi IV DPR itu menambahkan, sudah semestinya lembaga survei menjadi alat analisis secara ilmu pengetahuan, bukan sekadar alat publikasi pembentuk opini publik. Menurut dia, indikasi lembaga survei sebagai alat pembentuk opini tersebut bisa terlihat dari bermunculannya lembaga-lembaga survei secara sporadis dengan berbagai nama. “Sedangkan indikasi rendahnya kualitas survei tampak dari beragamnya hasil survei terhadap satu persoalan yang sama. Karena itu, komunitas lembaga survei perlu menyepakati akreditasi dirinya sendiri untuk mengembalikan survei sebagai alat ukur yang bermartabat,” ujarnya menyarankan. (fas/jpnn/c5/fat)
Perlu Akreditasi Lembaga Survei
Kamis 18-07-2013,13:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,03:02 WIB
BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Kamis 12-03-2026,05:01 WIB
Kuota Mudik Gratis Jabar Masih Ada! 1.012 Kursi Tersisa, Cek Rute dan Jadwalnya
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,04:01 WIB
BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPG di Jawa, Ini Daftar Provinsi Terdampak
Kamis 12-03-2026,02:33 WIB
Immoderma Cirebon Berbagi di Bulan Ramadan, 100 Paket Sembako Disalurkan untuk Anak Binaan
Terkini
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Kamis 12-03-2026,21:07 WIB
Belajar Al-Qur’an hingga Berbagi Takjil, Ramadan DWP Kota Cirebon Berakhir Khidmat
Kamis 12-03-2026,20:21 WIB
Mantan Menag Yaqut Ditahan di Rutan KPK, Berikut Perjalanan Kasus Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,19:02 WIB