Beberapa kebijakan yang diteterapkan, di antaranya pengunjung dan penonton wajib memakai masker di seluruh area bioskop. Mengecek suhu tubuh penonton sebelum masuk ke area bioskop.
Melakukan sistem pelacakan pengunjung (Tracing) dengan QR Code dan manual. Mengurangi kapasitas tempat duduk di ruang auditorium guna menjaga jarak aman antar penonton.
“Setiap jeda penayangan film, melakukan pembersihan di dalam Auditorium, termasuk tempat duduk. Menyediakan gel pembersih tangan/hand-sanitizer,” ungkapnya.
Pihak CGV juga mengimbau para penonton untuk memesan tiket dan makan minum secara daring/online (contact-less) dengan pembayaran secara digital (cash-free) melalui web dan aplikasi digital CGV. Penempatan materi komunikasi kepada pengunjung di seluruh area CGV dan secara daring/online untuk meningkatkan pengetahuan tentang protokol kesehatan di bioskop
Selain itu, dilakukan juga pembersihan dengan disinfektan di tempat yang sering disentuh pengunjung. Seperti konter meja, kursi, mesin penjualan tiket, wastafel, dan lainnya akan ditingkatkan. Serta marka penanda jaga jarak di lantai juga telah dipasang untuk memastikan jarak aman antar pengunjung dan mencegah kerumunan.
Edi berharap, dengan pembukaan kembali bioskop bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi dalam memproduksi dan merilis film-film nasional. Pembukaan bioskop juga membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif lainnya. Serta membuka kembali peluang lapangan kerja di sekitar CGV beroperasi.
“Masyarakat bisa kembali menonton di bioskop dengan aman dan nyaman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat CGV Grage City Mall telah membuka kembali seluruh tujuh auditorium mulai 2 Desember,” tuturnya.
Edi menambahkan, showtime film di CGV GCM dimulai setiap hari pukul 12.30. Sementara showtime terakhir pada puk 19.00.