Teknologi molekuler dalam mendiagnosis TB sudah digunakan sejak beberapa waktu yang lalu. Namun demikian, metode yang digunakan terlalu kompleks untuk pemeriksaan rutin. Tahapan pengolahan spesimen dan ekstraksi DNA mempersulit implementasi. Pemeriksaan TCM dengan Xpert MTB/RIF merupakan satu-satunya pemeriksaan molekuler yang mencakup seluruh elemen reaksi yang diperlukan termasuk seluruh reagen yang diperlukan untuk proses Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam satu katrid. Pemeriksaan Xpert MTB/RIF merupakan pemeriksaan dengan teknologi Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang dapat mendiagnosis TB dan resistensi obat Rifampisin dalam waktu 2 jam. Pemeriksaan Xpert MTB/RIF mampu mendeteksi DNA Mycobacterium Tuberculosis kompleks secara kualitatif dari spesimen langsung, baik dari spesimen dahak maupun non dahak. Selain mendeteksi Mycobacterium tuberculosis kompleks, pemeriksaan Xpert MTB/RIF juga mendeteksi mutasi pada gen rpoB yang menyebabkan resistensi terhadap obat Rifampisin. Pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan alat TCM relatif lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pemeriksaan biakan dan uji kepekaan dengan metode konvensional yang membutuhkan waktu 3-4 bulan.
Pelaksanaan pemeriksaan TB dengan alat TCM pada tahap awal ditujukan pada penemuan kasus TB resisten obat dan TB-HIV, namun saat ini pemeriksaan dapat dimanfaatkan pada pemeriksaan TB biasa, TB pada anak, TB Diabetes melitus, dan TB ekstra paru. Sejak tahun 2010, WHO merekomendasikan penggunaan alat Xpert MTB/RIF sebagai pemeriksaan awal untuk diagnosis TB RO dan TB. Pada tahun 2013, rekomendasi WHO menambahkan pemeriksaan TCM dapat dilakukan pada spesimen cairan otak (Liquor Cerebro Spinal/LCS) untuk mendiagnosis meningitis TB dan tambahan rekomendasi untuk diagnosis TB pada anak, serta diagnosis TB Ekstra Paru.
Pelayanan pemeriksaan TCM TB dengan alat Xpert MTB/RIF terdapat di RS Paru Sidawangi Provinsi Jawa Barat dan SATPEL Kesehatan Paru Masyarakat RS Paru Sidawangi Provinsi Jawa Barat setiap hari kerja. Pemeriksaan TCM pada anak dan bayi yang belum bisa mengeluarkan dahak, dapat dibantu dengan induksi pengambilan dahak yaitu dengan menggunakan cara nebulasi dan suction dahak, yang dilakukan oleh tenaga yang terampil dan berpengalaman, sehingga para orang tua tidak perlu ragu memeriksakan anaknya untuk deteksi TB. RS Paru Sidawangi Provinsi Jawa Barat dan SATPEL Kesehatan Paru Masyarakat RS Paru Sidawangi Provinsi Jawa Barat menerima rujukan pemeriksaan TCM TB dari fasilitas kesehatan lainnya baik itu puskesmas, klinik, praktek dokter, dan rumah sakit. (*)
Oleh : Dr Johanis SpPK (Dokter Spesialis Patologi Klinik