Lain halnya dengan orang-orang yang literasi keuangannya lebih rendah. Mereka lebih mudah tergiur dengan belanja atau pembelian secara kredit dan terjebak dalam utang kartu kredit. Akibatnya, mereka tidak memiliki cukup saldo untuk membayar utang kartu kredit setiap bulannya, sehingga mengeluarkan lebih banyak uang untuk membayar bunga. Parahnya, mereka yang literasi keuangannya rendah juga tidak berinvestasi dan bermasalah dengan utang. Mereka cenderung mengabaikan persiapan untuk masa pensiun, sehingga memiliki risiko finansial yang lebih besar di masa yang akan datang.
Literasi keuangan memiliki implikasi yang luas bagi kesehatan ekonomi. Sementara peningkatannya dapat mengarah pada ekonomi global yang lebih kuat dan kompetitif. Berikut pentingnya literasi keuangan dalam membantu mengambil keputusan finansial secara bijaksana.
Penerapan Literasi Keuangan
Beberapa negara yg sudah maju, Pemerintahnya turut serta dalam mengimplementasikan pendidikan literasi keuangan dari mulai anak sekolah tingkat Dasar.
Sehingga anak-anak tersebut akan diberikan panduan terkait tata cara mengelola uang yang sudah mereka terima dari orang tuanya untuk kepentingan uang sakunya masing-masing. Jadi mereka akan diarahkan untuk selalu bisa menyimpan sisa uangnya pada berbagai jenis kas kebutuhan untuk membeli mainan, kas membeli makanan dan minuman, atau kas tabungan.
Dengan adanya tingkat disiplin yang tinggi dan administrasi yang tertib, anak-anak di atas tidak akan lagi membelanjakan uang yang ada di dalam salah satu kasnya untuk keperluan yang diluar dari kotak kas tersebut.
Cara meningkatkan keterampilan literasi keuangan
Literasi keuangan dapat dikembangkan dengan mempelajari dan mempraktikkan berbagai keterampilan terkait dengan penganggaran, mengelola dan melunasi utang, serta memahami produk kredit dan investasi. Untuk meningkatkan keterampilan literasi keuangan, berikut strategi yang dapat dilakukan.