Berdasarkan hasil survey tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat indonesia sudah dinilai cukup untuk bisa menggunakan fitur, risiko, hak, dan berbagai kewajiban yang ada terkait produk jasa keuangan. Tapi, seperempat masyarakat Indonesia masih belum mempunyai keterampilan dalam menggunakan produk dari jasa keuangan. Oleh karena itu kita membahas lebih dalam tentang literasi keuangan dan tujuan memiliki pengetahuan tentang literasi keuangan.
Apa itu literasi keuangan?
Literasi keuangan dapat dipahami sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam upaya mencapai kesejahteraan. Sederhananya, literasi keuangan merupakan kemampuan untuk memahami dan menerapkan secara efektif berbagai keterampilan keuangan, termasuk manajemen keuangan pribadi, penganggaran, dan investasi.
Landasan literasi keuangan yang kuat dapat mendukung berbagai tujuan hidup, seperti menabung untuk pendidikan dan pensiun, mengelola uang secara produktif, menjalankan bisnis, dan selektif serta menggunakan utang secara bertanggung jawab. Orang-orang yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi, artinya mereka melek finansial, sehingga tidak terlalu rentan terhadap tindak penipuan finansial. Sebaliknya, orang-orang yang literasi keuangannya rendah disebut sebagai orang-orang yang buta finansial, sehingga mudah sekali terpengaruh dan terjebak dalam penipuan finansial.
Memahami literasi keuangan
Perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini dimanfaatkan oleh berbagai sektor, termasuk keuangan. Kini, produk dan layanan keuangan sudah semakin beragam dan tersebar luas dan menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat. Jika dahulu orang bertransaksi secara tunai, kini telah beralih ke transaksi secara online atau digital menggunakan jasa lembaga keuangan.
Masyarakat sekarang ini semakin sadar akan fungsi dari produk dan layanan keuangan, sehingga tergerak untuk memanfaatkannya dalam setiap transaksi keuangan. Misalnya seperti transfer uang, pembelian menggunakan kartu kredit, pembayaran dengan dompet digital, scan QR code, termasuk memanfaatkan kredit tanpa agunan sebagai modal usaha, dan lain sebagainya. Produk keuangan seperti asuransi kesehatan, rekening investasi mandiri, dan deposito berjangka juga semakin diminati masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa produk dan layanan keuangan semakin penting bagi setiap individu untuk memahami bagaimana memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Seiring dengan semakin canggihnya teknologi di sektor keuangan, seharusnya diikuti dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan dalam mengelola keuangan. Artinya, tingkat literasi keuangan masyarakat seharusnya semakin tinggi. Sebab, masyarakat dituntut untuk memahami apa itu produk dan layanan keuangan serta cara memanfaatkannya. Hal ini berarti bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan semakin baik.