JAKARTA - Kondisi pendidikan keagamaan melalui satuan unit pendidikan madrasah masih memprihatinkan. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat ada 12.625 unit madrasah belum terakreditasi. Umumnya karena tidak memenuhi delapan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Nur Syam membenarkan masih tingginya madrasah yang belum terakreditasi itu. “Dari tahun ke tahun, kami beruasa menuntaskan madrasah-madrasah yang belum terakreditasi itu,” kata mantan rektor IAIN Sunan Ampel, Surabaya itu kemarin. Bisa dipastikan madrasah yang belum terakreditasi itu adalah berstatus swasta. Nur Syam menuturkan alasan utama masih banyaknya madrasah yang belum terakreditasi itu adalah kondisi sarana prasarana (sarpras). Di seluruh madrasah-madrasah yang belum memenuhi standar akreditasi itu, sarprasnya sangat memprihatinkan. “Mulai dari gedung sekolahnya, sarana laboratorium, hingga perpustakannya tidak ada. Padahal semua infrastruktur itu adalah delapan SPM Pendidikan,” paparnya. Untuk urusan sarpras, Nur Syam mengatakan menjadi fokus perhatian Kemenag tahun depan. Tetapi dia mengatakan anggaran intervensi perbaikan sarpras madrasah di Kemenag terbatas. Sehingga tidak mampu mengerek kondisi sarpras madrasah secara signifikan. “Program reguler kami tetap untuk rehab ruang kelas rusak berat dan pengadaan unit sekolah baru,” katanya. Selain sarpras, faktor penghambat akreditasi adalah kondisi staf pengajar. Nur Syam mengatakan masih banyak guru belum sarjana yang mengajar di madrasah. Padahal aturannya guru di madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs/SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA/SMA) minimal bergelar sarjana. Solusinya Kemenag menggenjot program penyetaraan guru yang belum sarjana. Melalui program ini, guru-guru madrasah dibiayai untuk mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap satuan kerja (satker) Kemenag hingga di kabupaten dan kota lebih aktif mendorong akreditasi madrasah. Ketua Komisi VIII (Bidang Keagamaan) DPR Ida Fauziyah menuturkan, pemerintah tidak boleh menyalahkan madrasah yang belum terakreditasi. Menurutnya negara harus mengapresiasi gerakan masyarakat yang secara swadaya mendirkan madrasah. “Mereka mendirikan madrasah itu murni dari waqaf yayasan, bukan dari pemerintah,” paparnya. Ida mengatakan tahun ini Kemenag fokus membenahi sarpras madrasah negeri. Dia berharap tahun depan Kemenag mengalihkan fokus pembenahan sarpras untuk madrasah swasta. Sehingga jumlah madrasah yang belum terakreditasi gara-gara sarprasnya negatif, bisa berkurang. (wan)
12.625 Unit Madrasah Belum Terakreditasi
Selasa 17-09-2013,09:53 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,13:46 WIB
Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Kamis 12-03-2026,10:55 WIB
Mudik Lebaran 2026: Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel dan Dirikan 11 Pos Pengamanan
Kamis 12-03-2026,13:07 WIB
Salat Idul Fitri di Alun-alun Kejaksan Cirebon: Target 10 Ribu Jemaah, Ada Skenario Cuaca Ekstrem
Kamis 12-03-2026,13:25 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Mertasinga Cirebon, 128 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terdampak
Kamis 12-03-2026,18:00 WIB
Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, OJK Cirebon Catat Pertumbuhan Kredit dan Investor Pasar Modal
Terkini
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,09:35 WIB
29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Jumat 13-03-2026,07:01 WIB
Kolaborasi BMH Cirebon dan Askrindo Syariah Santuni Santri Yatim di Ponpes Hidayatullah
Jumat 13-03-2026,06:01 WIB
PMI Kabupaten Cirebon Gelar Orientasi dan Simulasi Bencana, Bentuk Tim SIBAT di Tiap Kecamatan
Jumat 13-03-2026,05:01 WIB