JAKARTA - Panasnya hubungan Indonesia dan Australia merembet ke dunia maya. Cyberwar terhadap Australia kembali marak setelah sempat mereda beberapa waktu lalu. Aksi hacking situs berkode au dilakukan menyusul sikap Pemerintah Australia yang enggan meminta maaf atas penyadapan terhadap Indonesia. Tidak tanggung-tangung, situs yang di-hack adalah website milik kepolisian federal Australia (AFP) dan Bank Sentral Australia. Yakni, www.afp.gov.au dan www.rba.gov.au. Serangan tersebut dilakukan 20 November lalu. Namun, yang berhasil diserang hanya situs milik AFP. Situs tersebut hingga kemarin masih down dan belum bisa diakses. Sementara itu, situs Reserve Bank of Australia memang sempat tidak bisa diakses beberapa jam pada saat diserang. Namun, kembali aktif karena bank tersebut memiliki proteksi berlapis terhadap situsnya. Klaim serangan terhadap situs kepolisian Australia dikeluarkan di Twitter oleh pemilik akun @MD_JKT48. Bunyinya, http://www.afp.gov.au Terpisah, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kerjasama People Smuggling dilakukan Polri dan AFP sejak tahun 2007. Kedua lembaga tersebut fokus pada penegakan hukum terhadap perkara penyelundupan manusia melalui perairan Indonesia. \"Kerjasamanya adalah saling tukar menukar informasi terkait aktivitas orang-orang yang ingin mendapat suaka politik (asylum seeker) di Australia,\" terangnya kemarin. Kedua belah pihak sepakat mencegah pencari suaka keluar dari Indonesia dan mendeportasi mereka ke negara asalnya. Dalam pelaksanaannya, Mabes Polri mendapatkan bantuan langsung dari AFP. \"Di embassy Australia di Jakarta ada atase kepolisian dari AFP. Begitu juga dengan Polri yang menempatkan atase di Canberra,\" tambahnya. Kerjasama memerangi people smuggling digagas dalam pertemuan di Bali pada 2002, yang menghasilkan kesepakatan Bali Process. Keanggotaannya terdiri dari 45 negara yang sebagian besar berada di benua Asia. Direktur Tindak Pidana ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Arief Sulistyanto menjamin keamanan piranti cybercrime bantuan Australia. Peralatan milik Subdit Cybercrime Polri itu tidak terkoneksi dengan satelit maupun operator selular. \"Ini peralatan-peralatan lab dan forensik, (misalnya) untuk memunculkan sms, file yang sudah terhapus, mengambil gambar dari BlackBerry, dan fungsi lainnya,\" terangnya kemarin. Beberapa peralatan bantuan Australia adalah piranti CCIC (cyber crime investigation center) di Bareskrim dan CCISO (cyber crime investigation satellite office) yang ditempatkan di sejumlah polda. Bantuan tersebut diberikan pada 2011. Fungsi utamanya adalah mengidentifikasi dan menganalisis barang bukti yang berbentuk data digital. Piranti tersebut akan mengubah data digital menjadi bukti material. Sejumlah kejahatan macam e-mail hijacking, cracking, atau penipuan berbasis online telah berhasil diungkap melalui bantuan peralatan tersebut. Yang jelas, segala bentuk kejahatan yang barang buktinya berupa data digital bisa diungkap dengan alat tersebut. \"Kami sudah cek, Insya Allah tidak ada (penyadapan), karena tidak terkait dengan selular ataupun satelit,\" tambahnya. (byu)
Hacker Serang Situs Kepolisian Australia
Sabtu 23-11-2013,08:04 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,02:01 WIB
Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran
Sabtu 14-03-2026,23:15 WIB
Berkah Lebaran 2026, 20 Mobil Andi Rent Car Majalengka Ludes Disewa Pemudik
Sabtu 14-03-2026,22:58 WIB
Kecelakaan di Dukupuntang Cirebon, Dua Motor Tabrak Mobil Misterius, Tiga Orang Terluka
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Terkini
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,19:31 WIB
Bus Terbakar di Cipali KM 95 Arah Jakarta, Muncul Asap di Bagian Ini
Minggu 15-03-2026,19:00 WIB
Serunya Hijabers Serenity Ride di Cirebon, 30 Pengendara Scoopy Berbagi Inspirasi
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB